Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Angka Prevalensi Stunting di Kota Jogja Ditarget Turun Satu Digit, 10 Kelurahan Jadi Prioritas Penanganan

Iwan Nurwanto • Senin, 16 Juni 2025 | 12:50 WIB

 

TANGGUNG JAWAB: Orang tua mengasuh anaknya di kawasan Mantrijeron, Kota Jogja Minggu (15/6). Pemkot Jogja menargetkan angka prevalensi stunting hingga di bawah 10 p
TANGGUNG JAWAB: Orang tua mengasuh anaknya di kawasan Mantrijeron, Kota Jogja Minggu (15/6). Pemkot Jogja menargetkan angka prevalensi stunting hingga di bawah 10 p
 

JOGJA - Prevalensi stunting di Kota Jogja pada Mei 2025 masih menyentuh angka 10,49 persen. Pada tahun ini, pemerintah setempat menargetkan prevalensi stunting bisa turun di bawah 10 persen. Sebanyak 10 kelurahan pun jadi prioritas penanganan.

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, sebelumnya prevalensi stunting sebesar 11,3 persen itu tercatat pada April 2025. Selain permasalahan stunting, pada periode bulan yang sama juga terdata dengan masalah kurang gizi sebesar 5,77 persen, serta bayi dengan berat badan kurang sebesar 11,58 persen.

 Baca Juga: Kalurahan Srimulyo Jadi Pelopor Koperasi Desa Merah Putih, Langsung Diresmikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi

Emma menyampaikan, khusus untuk stunting prevalensinya ditarget turun di bawah 10 persen pada tahun ini. Namun sampai sekarang masih ada sepuluh kelurahan di Kota Jogja yang ditemukan kasus stunting

 

Meliputi Kelurahan Pringgokusuman, Baciro, Ngupasan, Purbayan, Prengan, Kotabaru, Notoprajan, Patehan, Wirogunan, dan Mantrijeron. Sepuluh kelurahan itu penanganannya juga akan diprioritaskan dan wajib menjadi perhatian bagi seluruh organisasi perangkat daerah.

 Baca Juga: Estevao Tegaskan Memilih Fokus Piala Dunia Antarklub Bersama Palmeiras Sebelum Mimpi Memperkuat Chelsea Yang Akan Menjadi Kenyataan

“Untuk mencapai prevalensi stunting di bawah 10 persen perlu berbagai upaya dilakukan jajaran Pemkot Jogja. Mulai dari data stunting yang bisa diakses, dan pelibatan seluruh perangkat daerah untuk mencegah dan menangani stunting,” beber Emma saat dikonfirmasi Minggu (15/6).

 

Emma menyatakan, pihaknya telah melakukan intervensi secara spesifik sebesar 30 persen. Misalnya dengan pemberian makanan tambahan yang alokasi anggarannya sekitar Rp 72,8 juta per kelurahan. Selain itu juga dilakukan pengkondisian kesehatan sejak dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, hingga ibu melahirkan. Selain itu bayi juga dipantau secara rutin. 

 

 

Meskipun program Dinkes Kota Jogja sudah cukup banyak, pihaknya tetap membutuhkan kerja sama lintas sektor. Sebab masih ada 70 persen faktor di luar sektor kesehatan yang mendukung penanganan stunting. Misalnya faktor makanan dan lingkungan.

 

Oleh karena itu, Emma berharap ada keterlibatan hingga tingkat wilayah. Misalnya seperti kelurahan, kemantren, puskesmas, dan tim pendamping keluarga (TPK) untuk memberikan pemahaman tentang pencegahan stunting. “Sehingga masyarakat paham apa yang harus diperhatikan dan dilakukan,” katanya.

 Baca Juga: Selama 90 Menit, 1.930 Peserta SMUT Untidar Magelang Bersaing

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menegaskan, penanganan dan pencegahan stunting sudah seharusnya dikeroyok oleh lintas OPD. Oleh karena itu dia mendorong agar dinas-dinas di lingkup Pemkot Jogja bisa berperan terhadap penanganan stunting.

 

Dia pun berharap, agar pada pekan ini data stunting bisa dibagikan kepada lurah-lurah dan OPD. Selain itu, OPD terkait di Kota Jogja juga harus bisa berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk mendata calon pengantin dan pernikahan.

“Di samping melibatkan 495 TPK di kelurahan-kelurahan. Lurah juga saya minta untuk memantau kondisi stunting dan penanganannya, seperti pemberian tambahan makanan untuk balita stunting,” pesan Hasto. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kota Jogja #pemerintah #Kesehatan #angka #kelurahan #Stunting #Pemkot Jogja #Dinkes Kota Jogja #Prevalensi #Dinas Kesehatan (Dinkes)