JOGJA - Pasien positif Covid-19 yang ditemukan di Kota Jogja beberapa waktu lalu dipastikan telah sembuh. Pasien masih anak-anak dan anggota keluarga pasien telah dilakukan tracing yang hasilnya negatif.
"Keluarga sudah di-tracing, semuanya negatif, jadi tidak ada penularan di yang lain," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Emma Rahmi Aryani saat ditemui pasca menghadiri agenda optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di salah satu hotel di Kota Jogja, Kamis (12/6/2025).
Menurutnya, pasien tersebut bertempat tinggal di Sleman namun KTPnya Kota Jogja. Informasi dirinya positif Covid-19 diketahui saat melakukan pemeriksaan di Puskesmas Danurejan 1 Kota Jogja. Puskesmas tersebut memeriksa secara sampel berjumlah empat. Ternyata ada satu pasien yang positif Covid-19.
"Dia positif, tapi bergejala ringan. Kemudian juga kami juga tracing dengan Dinkes Sleman. Tapi ya ternyata tidak ada, satu rumah itu semuanya negatif, dan anaknya sekarang juga sudah sembuh," jelasnya.
Dinkes melalui Puskesmas di setiap wilayah selalu melakukan pemantauan melalui laporan mingguan. Sampai saat ini hanya ada satu pasien positif covid-19 yang ditemukan pada minggu ke-22.
"Ya itu anak-anak, yang lain tidak ada," terangnya.
Menurutnya masyarakat tidak perlu khawatir karena covid-19 dianggap seperti penyakit menular lainnya. Semuanya perlu diwaspadai, namun tidak secara berlebihan dan menimbulkan kepanikan.
"Kalau Kota Jogja ini kan sebetulnya vaksinasinya kan sudah 99 persen," tandasnya.
Fasilitas kesehatan (faskes), lanjutnya, telah siap untuk merawat pasien covid-19 apabila ditemukan kasus. Rumah sakit rujukan juga telah dipersiapkan. Ruang isolasi, bed dan kelengkapan lain juga telah siap.
"Harapannya tidak ada peningkatan kasus, sekarang ya sudah (normal) seperti biasa," terangnya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak lengah, apabila merasakan gejala segera diperiksakan. Lalu apabila sedang sakit terap menggunakan masker, menghindari kerumunan.
"Pusksesmas juga ada petugas surveillance-nya, dia juga akan pengamatan tiap hari melihat situasi yang ada di wilayah, apakah ada peningkatan dan lain-lain, itu akan terlaporkan," jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie menyampaikan kasus covid-19 di DIY sudah usai. Pasien yang ditemukan bulan Mei sudah sembuh.
"Belajar dari pandemi Covid-19 tahun lalu, masyarakat tak perlu panik," ujarnya.
Ia menegaskan di DIY belum perlu dilakukan screening di fasilitas umum seperti stasiun dan sebagainya. Menurutnya virus covid-19 memang masih ada, namun orang sehat tidak akan terjangkit virus tersebut.
"Jadi tidak usah diperkeruh, dan diperbesar karena kasihan masyarakat," tu turnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin