JOGJA - Pemkot Jogja mengajak ribuan pemuda dan mahasiswa di Kota Jogja dalam giat pembersihan sungai pada Juni ini, sebagai bentuk peringatan Bulan Bung Karno.
Sasarannya adalah Sungai Code sepanjang sekitar dua kilometer dengan tujuan untuk memupuk pemuda lebih mencintai lingkungan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, pembersihan sampah memang menjadi fokusnya semasa kepemimpinan sebagai wali kota.
Tak hanya sampah yang dibuang ke sungai, juga sampah yang berada di daratan seperti depo dan rumah tangga.
“Kegiatan kerja bakti membersihkan sungai ini dilaksanakan dalam rangka Bulan Bung Karno,” kata Hasto saat ditemui, Minggu (8/6/2025).
Selain melibatkan kelompok pemuda dan mahasiswa, Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu juga akan mengajak siswa SMP hingga SMA di Kota Jogja untuk kegiatan yang sama.
Namun untuk sasarannya dimungkinkan sungai-sungai lain di Kota Jogja.
Khusus untuk sampah sungai, Pemkot Jogja juga telah memasang empat titik jaring sampah sungai atau trash barrier.
Fungsi dari alat tersebut untuk menahan sampah agar tidak mengalir pada sungai-sungai di Kota Jogja.
Baca Juga: Dua Kecelakaan Lalu Lintas Tunggal Terjadi di Bantul dalam Satu Hari, Satu Orang Meninggal Dunia
Hasto membeberkan, empat jaring sampah milik Pemkot Jogja itu telah terpasang di Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong.
Ke depan alat tersebut juga akan ditambah pemasangannya untuk wilayah hilir. Sehingga sampah dari Kota Jogja tidak masuk ke Kabupaten Bantul.
Selain itu, pemkot juga menyiagakan petugas pembersih sampah sungai atau ulu-ulu pada tiap jaring sampah.
Sehingga sampah yang menumpuk di aliran sungai bisa diangkut untuk diolah di unit pengolahan sampah milik pemkot.
“Harapan kami dengan program jaring sampah dan edukasi timbulan sampahnya semakin berkurang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko menyampaikan, pemasangan jaring sampah sudah dilakukan pada beberapa titik sungai di Kota Jogja.
Upaya tersebut diklaim cukup efektif untuk menahan 2 hingga 3 ton sampah per hari.
Meskipun demikian, pihaknya tidak memasang jaring sampah selama 24 jam penuh selama musim penghujan.
Sebab berdasar pengalaman yang sudah dilakukannya, pemasangan selama seharian penuh beprotensi membuat alat jaring sampah terbawa arus.
“Jadi selama musim penghujan ini jariang sampah ketika malam kami angkat, kemudian pagi hingga siang kami pasang lagi,” terangnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita