JOGJA - Hari Raya Idul Adha menjadi momentum penting bagi umat muslim. Namun dibalik itu, komitmen untuk mengurangi sampah plastik juga terus dijaga oleh Masjid Margoyuwono, Kraton, Kota Jogja. Yakni dengan menggunakan bahan ramah lingkungan untuk pembungkus daging.
Suasana sibuk nampak di pelataran Masjid Margoyuwono, belasan pemuda masjid terlihat sedang menata daging yang sudah dipotong-potong kecil. Namun yang unik adalah penggunaan kemasannya. Panitia kurban di masjid tersebut menggunakan besek dan daun jati.
Panitia Kurban Masjid Margoyuwono Siti Budiasih mengatakan, penggunaan bahan ramah lingkungan sebagai pembungkus daging kurban sudah dilakukan pihaknya selama sepuluh tahun terakhir. Alasannya, karena merupakan tradisi sekaligus meminimalisir penggunaan plastik.
Budiasih menerangkan, pihaknya memang menggunakan sedikit mungkin plastik sebagai pembungkus daging kurban karena sudah ada himbauan pemerintah. Namun disisi lain, pemilihan besek dan daun jati sebagai kemasan menurutnya juga lebih menarik jika dibandingkan dengan plastik.
“Penggunaan besek dan daun jati membuat kemasannya lebih hijau, jadi menarik saja ketika dibagikan maupun diterima oleh masyarakat,” ujar Budiasih saat ditemui, Jumat (6/6/2025).
Dia menyatakan, bahwa pada Idul Adha tahun ini Masjid Margoyuwono menyembelih lima ekor lembu dan tiga belas ekor kambing. Sehingga dibutuhkan ratusan buah besek dan lembar daun jati karena jumlah penerima daging kurban di wilayahnya mencapai 270 kepala keluarga (KK).
Kendati begitu, Budiasih mengaku tidak kesulitan untuk mencari besek maupun daun jati. Sebab pengurus masjid juga sudah bekerjasama dengan penyuplai hewan kurban untuk Masjid Margoyuwono. Dia pun memastikan tradisi penggunaan bahan lingkungan akan terus dipertahankan.
“Jadi kami tidak kesulitan mencari daun jati maupun beseknya, karena penjual sapi merupakan binaan kami. Sekalian beli sapi, juga diberikan besek dan daun jati,” terang Budiasih.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memang menghimbau penggunaan bahan ramah lingkungan sebagai pembungkus daging kurban. Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan DLH Kota Jogja Supriyanto menyampaikan, penggunaan besek dan daun jati memang dianjurkan agar mengurangi sampah plastik.
Selain itu, pihaknya juga menghimbau agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola limbah penyembelihan hewan kurban. Misalnya dengan tidak membuang limbah hewan kurban sungai, got, maupun selokan.
“Pembuangan limbah kurban pada aliran sungai juga akan berdampak pada pencemaran lingkungan,” pesan Supriyanto. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin