JOGJA - Musim penghujan di Yogyakarta belum sepenuhnya berakhir. Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi masih ada hujan yang turun di sejumlah wilayah hingga awal bulan Juni mendatang.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer pihaknya mengidentifikasi adanya kenaikan suhu muka laut. Khususnya di wilayah Laut Jawa dan Samudera Hindia.
Menurutnya, dalam skala harian maupun mingguan rata-rata suhu muka laut juga relatif hangat atau berkisar 28 hingga 31 derajat celcius dengan anomali suhu 0-1 derajat celcius. Kondisi tersebut dapat mendukung suplai uap air ke atmosfer.
“Sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan,” ujar Warjono, Jumat (30/5/2025).
Kemudian, pola sirkulasi siklonik juga terpantau di perairan barat Sumatera. Lalu untuk belokan arus angin terjadi di wilayah Kalimantan. Sehingga angin di wilayah DIY umumnya berhembus dari timur ke selatan.
Untuk profil vertikal terkini kelembaban udara wilayah DIY juga terpantau pada ketinggian 1,5 hingga 5 kilometer dengan tingkat basah sebesar 50 - 95 persen. Kondisi itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY. Serta ada potensi cuaca hujan untuk periode tiga hari ke depan.
Adapun prediksi kondisi cuaca pada tanggal 30 Mei 2025 berpotensi hujan ringan di Sleman bagian utara, dan Kulonprogo bagian utara. Kemudian pada tanggal 31 Mei 2025 beprotensi hujan sedang di Sleman, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara. Sementara untuk tanggal 1 Juni 2025 berpotensi hujan sedang di Sleman bagian barat - utara, dan Kulonprogo bagian utara.
“Sehingga kami meminta agar masyarakat memperbarui informasi cuaca terkini, serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan,” pesan Warjono.
Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Nur Hidayat menyampaikan, kondisi geografis Kota dilintasi sungai-sungai besar. Sehingga pemantauan sungai pun menjadi kegiatan utama untuk meminimalisasi dampak bencana.
Dia menegaskan, pihaknya telah melakukan pemantauan kondisi sungai selama 24 jam. Pemantauan kondisi sungai dilakukan dengan peralatan telemetri yang bisa dipantau jarak jauh dari ruang kontrol di Kantor BPBD Kota Jogja.
“Kami juga sudah punya hubungan dengan kabupaten Sleman, sehingga monitor masalah informasi sungai sudah bisa dilaksanakan secara bagus,” kata Nur. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin