Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Digadang Jadi Destinasi Wisata Jogja Sisi Selatan, Kondisi Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY) Justru Memprihatinkan

Iwan Nurwanto • Kamis, 29 Mei 2025 | 22:21 WIB
MIRIS: Kondisi sejumlah fasilitas di PASTY yang memprihatinkan pada Kamis (29/5/2025).
MIRIS: Kondisi sejumlah fasilitas di PASTY yang memprihatinkan pada Kamis (29/5/2025).

JOGJA - Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY) kini kondisinya memprihatinkan. Padahal salah satu pasar tradisional itu digadang-gadang sebagai pengungkit wisata untuk kawasan Kota Jogja sisi selatan.

Pantauan Radar Jogja pada Kamis (29/5/2025), kondisi sejumlah titik di pasar tradisional yang berada di Jalan Bantul, Mantrijeron, Kota Jogja itu memang kurang terawat. Misalnya pada kawasan taman bermain anak, wahana di tempat tersebut banyak yang rusak.

Tidak jauh dari lokasi itu, pada fasilitas kamar mandi di sisi timur pasar juga kondisinya jauh dari kata layak. Atapnya tidak lengkap dan temboknya berjamur. Selain itu pada bagian dalam kamar mandi juga berbau pesing.

Selain itu, untuk fasilitas kandang satwa yang berada di tengah pasar pun berkarat. Bahkan parahnya, pada kawasan pedestrian di sisi timur pasar juga terlihat sampah menumpuk dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Salah satu pengunjung, David mengaku cukup prihatin dengan kondisi PASTY sekarang. Sebab menurutnya banyak fasilitas yang rusak dan tidak layak. Terlebih kawasan taman bermain anak yang wahana bermainnya berkarat dan tidak bisa digunakan.

Warga kabupaten Sleman ini juga menyoroti fasilitas kamar mandi yang kurang nyaman. Bahkan menurutnya juga sangat tidak layak apabila digunakan untuk wanita dan anak-anak.

“Harapannya ada perbaikan saja, karena eman-eman kalau fasilitas seperti ini cuma dibiarkan. Apalagi PASTY kan sering jadi jujugan wisata keluarga dan penghobi,” ujar David kepada Radar Jogja.

Dikonfirmasi terkait dengan kondisi PASTY, Kepala UPT PASTY Agus Purnomo mengakui, beberapa fasilitas pada pasar tradisional yang dikelolanya memang kondisinya yang kurang layak. Dia pun tidak menampik bahwa pihaknya belum dapat melakukan perbaikan secara menyeluruh karena keterbatasan anggaran.

Agus menyebut, anggaran pengelolaan PASTY banyak terpangkas karena kebijakan efisiensi. Adapun sebelum efisiensi UPT PASTY mendapatkan alokasi sebesar Rp. 1,5 miliar untuk pengelolaan. Namun kini hanya tersisa Rp. 700 juta. Sehingga upaya perbaikan hanya bisa dilakukan tambal sulam lewat retribusi parkir.

Menurutnya, alokasi sebesar Rp. 700 juta yang diberikan Pemkot Jogja sangat kecil. Apalagi UPT PASTY juga harus bagi hasil pendapatan parkir dengan masyarakat sekitar karena selama ini mereka berperan sebagai pengelola. Belum lagi pengeluaran untuk perawatan rutin pipa perairan serta gaji tenaga bantu di pasar tersebut.

Sementara soal masalah sampah, Agus menyatakan selama ini pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri oleh pedagang. Namun untuk kondisi sekarang banyak pedagang yang keberatan. Lantaran penghasilannya tidak pasti.

“Jadi alasan dari pedagang itu jualannya sepi, karena pengunjung hanya melihat-lihat. Sehingga belum mampu untuk membayar retribusi sampah, sementara kami juga tidak bisa apa-apa,” terang Agus. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta #Kota Jogja #pasar satwa #wisata jogja #destinasi wisata