MUNGKID - PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney tengah mengusulkan penambahan kuota untuk naik ke struktur Candi Borobudur. Dari yang semula 1.200 orang per hari, menjadi 5.000 orang per hari. Usulan tersebut sudah disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan dan tengah dikaji.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengutarakan, memang sudah ada keinginan untuk menambah kuota naik ke struktur Candi Borobudur. Saat ini, Candi Borobudur hanya dinaiki 1.200 orang per hari dengan total delapan sesi. Satu sesinya ada 150 orang.
Dia menyebut, kuota 1.200 orang per hari itu muncul pasca Pandemi atau pada 2020 silam. "Kami sudah berbicara dengan Kementerian Kebudayaan, terutama dengan pak Fadli Zon bahwa kami memang ingin bersama-sama meningkatkan (kuota naik candi)," paparnya, Selasa (27/5/2025).
Karena itu, InJourney mengusulkan ada penambahan kuota naik candi menjadi 5.000 orang per hari. Usulan penambahan kuota itu didukung dengan fasilitas dan prasarana yang ada. Termasuk adanya rencana mengenai fasilitas stairlift yang bakal dipermanenkan.
Dengan begitu, keberadaan stairlift bukan hanya untuk memfasilitasi kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 29 Mei 2025. Tetapi juga dapat memfasilitasi wisatawan dan biksu.
Namun, usulan tersebut tetap perlu dikaji ulang dengan mempertimbangkan outstanding universal value (OUV) dari UNESCO. Sebab, kata Maya, pemasangan stairlift juga merupakan bagian dari masterplan atau rencana jangka panjang pengembangan Borobudur.
Selain itu, saat ini kompleks Taman Wisata Borobudur tengah berbenah dengan menambah sejumlah fasilitas. "Museum akan kami perbaiki juga. Nanti ada beberapa spot yang instagrameble. Ada refreshment area, budaya, dan lain sebagainya," lontarnya.
Dia berharap, dengan penambahan kuota ini berdampak luas kepada masyarakat Borobudur. Terutama bagi pedagang. "So far, (kunjungan di Candi Borobudur) mulai meningkat dengan adanya Kampung Seni Borobudur," sambung dia. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin