JOGJA - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memperketat pengawasan terhadap potensi penyebaran penyakit pada hewan ternak. Fokus pengawasan diarahkan ke pedagang musiman atau pasar tiban yang mulai bermunculan di sejumlah titik.
Hingga saat ini, belum ditemukan kasus ternak terjangkit penyakit di wilayah ini.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sri Panggarti mengatakan, upaya pengawasan dengan memastikan kesehatan hewan kurban yang dijual di tujuh titik pasar tiban di Kota Jogja. Serta delapan kandang yang dikelola peternak.
“Kami juga awasi lalu lintas ternak yang masuk ke kota sesuai permentan ya,” katanya Jumat (23/5/2025).
Pengawasan lalu lintas ternak itu berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pengawasan Lalu Lintas Hewan, Produk Hewan dan Media Pembawa Hewan Lainnya.
Di samping itu, DPP Kota Jogja juga akan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem di rumah potong hewan (RPH).
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan hewan yang dipotong dan dikonsumsi benar-benar dalam kondisi layak serta tidak terinfeksi penyakit.
“Pemantauan pemeriksaan hewan kurban di peternak dan pasar tiban mulai dilakukan pada 15 Mei sampai 5 Juni 2025,” ujarnya.
Sejauh ini, pihaknya belum menemukan adanya ternak yang terinfeksi penyakit. Meskipun demikian, ada beberapa jenis penyakit yang menjadi perhatian lebih seperti antraks dan lumpy skin disease (LSD).
Dalam upaya pengawasan, instansi ini telah menyiapkan sekitar 120 petugas. Para petugas yang terdiri dari unsur pemerintah, dokter dan mahasiswa itu memiliki peran memantau saat penyembelihan hewan kurban.
Sementara perihal ketersediaan hewan kurban di Kota Jogja disebut tak akan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kebutuhan hewan kurban di Kota Jogja saat Idul Adha mencapai 2.545 ekor sapi dan 4.037 ekor kambing/domba. Sehingga untuk menjawab permintaan, masih dibutuhkan pasokan dari daerah lain.
“Namun wajib memiliki surat keterangan kesehatan hewan,” jelasnya.
Sementara itu, seorang penjual hewan kurban dadakan di Jalan Pramuka Budi Wardoyo menyampaikan, hewan kurban yang dijual di lapaknya dalam kondisi sehat.
Hewan kurban yang dipasarkannya juga berasal dari daerah aman seperti Wonosobo dan Temanggung, Jawa Tengah.
“Sudah ada pemeriksaan hewan kurban dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja dan semuanya dalam kondisi sehat,” klaim Budi. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita