Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BMKG Yogyakarta Sebut Hujan di Tengah Musim Kemarau Masih Terjadi Hingga Tiga Bulan ke Depan, Ini Penyebabnya!

Iwan Nurwanto • Jumat, 23 Mei 2025 | 03:45 WIB

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menembus hujan untuk bergegas kembali ke kantor mereka di lingkungan Pemkab Sleman, kemarin (15/5).
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menembus hujan untuk bergegas kembali ke kantor mereka di lingkungan Pemkab Sleman, kemarin (15/5).

JOGJA - Musim kemarau di wilayah Yogyakarta diprediksi masih terus terjadi hujan. Bahkan tidak menutup kemungkinan masih dibayangi cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun meminta masyarakat untuk waspada.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, berdasar pengamatan gejala fisis dan dinamika atmosfer angin di wilayah Indonesia berada di bagian selatan ekuator yang bertiup dari tenggara. Hal tersebut mengindikasikan monsun Australia mulai aktif.

Baca Juga: Batik Segoro Amarto Reborn Diluncurkan, ASN hingga Pelajar SD-SMP Wajib Kenakan usai Ada Perwal: Hasto Sebut Jangan Kaitkan dengan Politik Praktis

Kemudian, untuk indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) berada dalam kondisi netral.

Kondisi armosfer yang memungkinkan suhu udara akan lebih hangat itu diprediksi akan terus bertahan hingga akhir tahun mendatang.

Selain itu, untuk analisis anomali suhu muka air laut di perairan selatan Yogyakarta juga dalam kategori netral hingga hangat dibandingkan dengan kondisi normalnya. Adapun suhunya berkisar antara 28 derajat hingga 30 derajat celcius.

Baca Juga: Satu Orang Diamankan Terkait Penemuan Mayat Kepala Sekolah asal Magelang di Petilasan

“Kondisi Dipole Mode Indeks  (DMI) kategori IOD netral juga diprediksi tetap pada fase netral hingga semester kedua tahun ini, lalu Madden Julian Oscillation juga aktif di wilayah Indonesia dengan intensitas lemah,” ujar Reni, Kamis (22/5/2025).

Menurut Reni, berbagai fenomena itu akan berpengaruh terhadap curah hujan tiga bulan kedepan.

Misalnya untuk bulan Juni diprediksi masuk kategori rendah-menengah dengan sifat hujan atas normal.

Baca Juga: Cek! Terdapat Perubahan dalam SPMB Tahun Ini: Kuota Jalur Prestasi SPMB Naik Jadi 30 Persen, Nilai Ambang Batas pun Ditambah

Lalu untuk bulan Juli juga masuk kriteria rendah-menengah dengan sifat hujan seluruhnya di atas normal.

Sementara untuk bulan Agustus juga memungkinkan sama, yakni kriteria hujan rendah-menengah dengan sifat seluruhnya atas normal.

“Sehingga kami memastikan ada peringatan dini curah hujan tinggi untuk seluruh wilayah DIY dengan status waspada,” terang Reni.

Baca Juga: Sudah Pamitan dengan Bali United, Teco dan Irja Dikaitkan dengan PSIM Jogja   

Atas berbagai kondisi tersebut, dia menghimbau kepada pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif. Lantaran adanya curah hujan tinggi pada dasarian III Mei 2025.

Sehingga perlu mewaspadai potensi bencana untuk daerah-daerah rawan banjir maupun longsor. 

Selain itu, juga diprediksi untuk tiga bulan kedepan (Juni, Juli, Agustus) sifat hujan atas normal.

Baca Juga: Mahasiswa FTB UAJY Sabet Juara 2 di National Food Technology Competition 2025 

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya persiapan pola tanam yang sesuai dengan iklim kondisi iklim terkini.

“BMKG menghimbau agar masyarakat senantiasa memperbarui informasi iklim,” imbuh Reni.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto menyampaikan, Kota Jogja merupakan wilayah rawan longsor dan banjir. Sebab secara geografis dilintasi sungai-sungai besar. 

Baca Juga: SMPN 6 Jogja Sosialisasi ke Siswa dan Wali Siswa Kelas 9, Kendala saat SPMB karena Tak Baca Informasi secara Utuh

Oleh karenanya, dia meminta agar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan.

Apalagi sejak awal tahun 2025 lalu sudah ada puluhan bencana hidrometeorologi. Meliputi tanah longsor, pohon tumbang, hingga bangunan roboh.

“Sehingga penting juga melakukan langkah mitigasi secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing," tegas Darmanto. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bmkg yogyakarta #Yogyakarta #Hujan #ELNINO #musim kemarau