Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Langganan Raffi Ahmad hingga Presiden Prabowo, Sapi Premium Gunungkidul Tembus Rp 250 Juta: TPID DIY Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Layak Edar

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 23 Mei 2025 | 04:00 WIB

 

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIJ memastikan ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Gunungkidul dalam kondisi aman dan sehat.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIJ memastikan ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Gunungkidul dalam kondisi aman dan sehat.

JOGJA - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY memastikan ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Gunungkidul dalam kondisi aman dan sehat.

Pemantauan lapangan dilakukan dengan menyasar peternakan-peternakan utama di wilayah tersebut, Kamis (22/5/2025).

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (APSDA) Setprov DIY Eling Pristiawan menegaskan, kondisi hewan kurban, baik dari sisi kesehatan maupun stok, tidak mengkhawatirkan.

“Stok sapi dan kondisi kesehatannya di Gunungkidul dalam keadaan aman. Semua hewan dari luar daerah juga telah dilengkapi surat keterangan sehat dari dokter hewan,” katanya saat dikonfirmasi.

Kegiatan pemantauan rutin diadakan khususnya menjelang hari raya Iduladha. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah peternakan sapi premium SR Jaya 89 di Karangrejek, Wonosari.

Peternakan ini dikenal sebagai langganan selebritas nasional seperti Raffi Ahmad, Ivan Gunawan, Irfan Hakim, hingga Inul Daratista.

“Ini bisa menjadi potensi baru, harga sapi premium di sini berkisar Rp 150 juta hingga Rp 250 juta per ekor,” ujarnya.

Bahkan, tahun ini juga ada pesanan dari Presiden Prabowo Subianto untuk seekor sapi seberat hampir satu ton dari Ngawen. Sapi tersebut berasal dari peternak lokal, bukan dari perusahaan besar.

Selain SR Jaya 89, tim juga menyambangi peternakan Sawung Seto Farm di Playen. Harga sapi kurban di peternakan ini berkisar Rp 40 juta per ekor.

Seluruh hewan telah dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dan dinyatakan bebas dari penyakit, termasuk antraks dan PMK.

“Standar operasional prosedur (SOP) kesehatan dijalankan dengan ketat sesuai ketentuan. Termasuk pengawasan terhadap potensi penyakit. Kondisi sapi di Gunungkidul aman dan siap kurban,” tegasnya.

Selanjutnya terkait pasokan sapi di Gunungkidul, ia menilai dalam kondisi berimbang antara sapi lokal dengan luar daerah.

Hal tersebut menunjukkan aktivitas peternakan lokal tetap produktif pascamerebak penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengonfirmasi ketersediaan hewan kurban, baik sapi, kambing, maupun domba, dalam kondisi surplus.

Populasi hewan sekitar 136 ribu sapi, sebanyak 13.3660 ekor siap potong untuk kurban.

"Kebutuhan Gunungkidul hanya sekitar 4 ribu hingga 5 ribu ekor. Artinya, kita dalam kondisi surplus dan bahkan bisa menyuplai ke luar daerah,” ujarnya.

Stok kambing dan domba juga dipastikan mencukupi. Sekitar 12 ribu kambing dan 2 ribu domba siap jual.

Melihat kebutuhan tahun lalu, di wilayahnya hanya membutuhkan sekitar 1.800 domba. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#raffi ahmad #Ketersediaan hewan kurban #bebas PMK #presiden prabowo subianto #aman dan sehat #TPID DIY #selebritas nasional