JOGJA - Produksi perikanan di Kota Jogja terbilang masih cukup minim. Alhasil untuk mencukupi kebutuhan ikan konsumsi, wilayah tersebut masih mengandalkan pasokan luar daerah.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sri Panggarti mengatakan, produksi ikan di Kota Jogja hanya mengandalakan 130 kelompok perikanan. “Kurang lebih setahun 48 ton (hasilnya, Red),” bebernya kemarin (20/5).
Diakuinya, produksi perikanan sebesar itu memang tidak terlalu besar. Serta belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Jogja untuk ikan konsumsi.
Baca Juga: Ada Fasilitas Khusus untuk Jemaah Lanjut Usia, Kemenag Bantul Siapkan Layanan Prioritas
Sehingga dalam memenuhi kebutuhan ikan, Kota Jogja memang masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. Terlebih dari kabupaten/kota yang selama ini memiliki lahan perikanan yang lebih banyak.
Sebagai upaya meningkatkan produksi perikanan, DPP Kota Jogja juga kini tengah menggencarkan program pembinaan kepada masyarakat. Yakni agar mau melakukan budi daya perikanan. Misalnya dengan mengoptimalisasi lahan pekarangan untuk dibuat kolam.
Menurut Panggarti, beberapa metode bisa digunakan. Jika memang ingin dibuat permanen bisa dibuat kolam berbahan semen. Namun jika ingin kolam non-permanen bisa digunakan kolam terpal yang ukurannya bisa disesuaikan.
“Pembinaan yang kami lakukan memang lebih mengarah ke budi daya, untuk mengoptimalkan lahan pekarangan,” terangnya.
Kepala DPP Kota Jogja Sukidi mengaku, pihaknya juga terus menggenjot produksi dengan mengintensifkan program-program pendampingan kepada kelompok perikanan. Melalui upaya tersebut diharapkan produksi maupun pengelolaan perikanan bisa lebih maksimal.
Selain fokus pada sektor perikanan, dia menyatakan, bahwa Kota Jogja juga memiliki sebanyak 288 kelompok tani perkotaan. Ratusan kelompok tani itu menurutnya juga sudah siap untuk menyuplai kebutuhan produk pangan bagi masyarakat Kota Jogja.
“Untuk produksi kebanyakan memang lele karena peminatnya cukup besar. Namun ada sebagian perikanan gurami dan nila,” ungkap Sukidi.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat berharap, agar alokasi APBD yang batal digunakan untuk program MBG bisa dialihkan kepada kelompok tani dan perikanan. Mengingat nilai anggaran mencapai Rp 86 miliar.
Dana sebesar itu dapat digunakan untuk pemberdayaan kelompok tani, kelompok ternak, maupun kelompok budi daya ikan. “Jadi akan tumbuh pemerataan ekonomi,” kata politisi Gerindra itu. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita