Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dukung Cita-cita Yogyakarta Menuju Ibu Kota Buku Dunia, Pemprov DIY Dorong Budaya Literasi Masyarakat Meningkat

Rizky Wahyu Arya Hutama • Sabtu, 17 Mei 2025 | 23:02 WIB
SALAM LITERASI: Peringatan Hari Buku Nasional, Pemprov DIY mendorong masyarakat meningkatakan budaya literasi untuk Yogyakarta menuju Ibu Kota Buku Dunia oleh UNESCO.
SALAM LITERASI: Peringatan Hari Buku Nasional, Pemprov DIY mendorong masyarakat meningkatakan budaya literasi untuk Yogyakarta menuju Ibu Kota Buku Dunia oleh UNESCO.

 

 

SLEMAN - Yogyakarta lekat dengan warisan seni, pendidikan, dan sejarah.

Kini, memiliki rencana untuk melangkah menuju ke pengakuan internasional, sebagai Ibu Kota Buku Dunia oleh UNESCO.

Banyaknya pecinta literasi, komunitas penulis dan penerbit yang solid, serta dukungan kuat dari pemerintah daerah, Yogyakarta memiliki potensi besar menyandang gelar prestisius tersebut.

Gagasan untuk menjadikan Yogyakarta sebagai Ibu Kota Buku Dunia, mulai didiskusikan oleh Paniradya Keistimewaan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DIY.

Salah satunya melalui Talkshow Peringatan Hari Jadi IKAPI DIY yang ke-75 dan Hari Buku Nasional 17 Mei, serta Hari Ulang Tahun Perpustakaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung di Akademi Bahagia EA, Sabtu (17/5) pagi.

Dalam talkshow tersebut, muncul berbagai data bahwa selama bertahun-tahun, Yogyakarta ini telah menunjukkan komitmen yang mendalam terhadap literasi dan budaya membaca.

Sebab, Yogyakarta selain mempunyai berbagai perpustakaan, mulai dari perpustakaan daerah hingga perpustakaan komunitas, juga menjadi rumah bagi sejumlah penerbit independen.

Serta, toko buku yang tidak hanya menjual buku, tetapi juga menjadi ruang diskusi dan pertukaran ide.

Baca Juga: Prediksi St Pauli vs Bochum Bundesliga Sabtu 17 Mei Kick Off 20.30, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Berpadu seni dan sastra, Yogyakarta mempunyai agenda festival-festival literasi menarik pada setiap tahunnya.

Ditambah dengan berbagai acara peluncuran buku dan diskusi sastra.

Hal ini semakin kuat bahwa Yogyakarta mampu menyandang predikat tersebut.

Dengan demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY melalui dana keistimewaan mendukung Yogyakarta menuju Ibu Kota Buku Dunia.

"Kami sangat mendukung kalau mau menuju ke Ibu Kota Buku Dunia. Cuman nanti ada syarat-syarat yang harus disiapkan bersama," kata Paniradya Pati Keistimewaan DIY Aris Eko Nugroho.

Menurut Aris demi mewujudkan cita-cita bersama tersebut, maka perlu dukungan semua pihak.

Pemprov DIY, DPAD DIY, IKAPI DIY, dan para pegiat literasi yang lainnya harus bersinergi dan segera berproses.

Aris meminta semua pihak agar memiliki konsep yang selaras untuk bisa mencapai cita-cita Yogyakarta sebagai Ibu Kota Buku Dunia tersebut.

Mengingat untuk menyiapkan Yogyakarta sebagai salah satu warisan budaya dunia itu, hampir 10 tahun waktu yang dibutuhkan oleh Pemprov DIY untuk menyiapkan hal tersebut.

"Mungkin kalau kami bekerjasama dengan perpustakaan dua tiga tahun lalu, mungkin tidak seperti ini. Anggaran yang ada di keistimewaan itu bisa digunakan kalau ada aduan atau usulan," jelasnya.

Kepala DPAD DIY Kurniawan mengatakan sebenarnya terkait cita-cita untuk menjadikan Jogjakarta sebagai Ibu Kota Buku Dunia itu sudah mulai didiskusikan sejak tahun 2024 silam.

Mengingat di Indonesia sendiri belum ada daerah yang menjadi Ibu Kota Buku Dunia.

"Di Asia Tenggara baru ada di Bangkok sama di Kuala Lumpur dan Indonesia belum pernah. Selama 25 tahun Asia Tenggara hanya dua Kota itu," ungkapnya.

Menurut Kurniawan, untuk mencapai tujuan agar Yogyakarta bisa menjadi Ibu Kota Buku Dunia itu sebenarnya ada proposal yang bisa diajukan.

Sebab UNESCO setiap tahunnya mengadakan panggilan terbuka untuk setiap daerah di dunia yang ingin menjadi Ibu Kota Buku Dunia tersebut.

"Kami butuh persiapan untuk menuju Ibu Kota Buku Dunia, kami butuh waktu untuk berkoordinasi dulu dengan berbagai pihak kalau kami lihat kriteria UNESCO," ujarnya.

Oleh karena itu untuk saat ini DPAD DIY sangat mensuport para pegiat literasi, khususnya IKAPI DIY jika berkeinginan untuk menjadikan Yogyakarta sebagai Ibu Kota Buku Dunia tersebut.

Sebab dengan adanya semangat itu pula muncul indikasi bahwa kegiatan literasi di Yogyakarta ini sudah mulai bangkit lagi.

Apalagi dengan dukungan dari dana keistimewaan dan seluruh elemen masyarakat, harapannya jika nanti cita-cita itu terwujud, tidak hanya sekadar menjadi Ibu Kota Buku Dunia saja.

Tapi bagaimana caranya hal itu dapat bermanfaat untuk meningkatkan literasi masyarakat.

"Yang paling penting semangat untuk meningkatkan literasi masyarakat itu," tegasnya.

Sementara Ketua IKAPI DIY Wawan Arif juga sangat berharap agar cita-cita menjadikan Yogyakarta sebagai Ibu Kota Buku Dunia ini bisa menjadi komitmen bersama dari semua pihak.

Sebab jika cita-cita itu tercapai Jogjakarta akan menjadi tempat yang strategis untuk bisa meningkatkan literasi masyarakat.

"Diberbagai event kami sudah dapat suport dari dana keistimewaan. Ini menandakan indikasi yang bagus bahwa Pemprov DIJ akan selalu full suport ke kami," tandasnya. (ayu)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Pemprov DIY #Yogyakarta #DPAD DIY #IKAPI DIY #UNESCO #budaya literasi #Ibu Kota Buku Dunia