Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gertak KB Incar Akseptor dari Kalangan Pedagang, Kini Layanan Kontrasepsi Gratis Hadir di Beringharjo

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 10 Mei 2025 | 03:50 WIB
DP3AP2KB Kota Jogja meluncurkan program Gerakan Serentak dan Melestarjkan Kesertaan Keluarga Berencana (Gertak KB) di Pasar Beringharjo, Jumat (9/5/2025).
DP3AP2KB Kota Jogja meluncurkan program Gerakan Serentak dan Melestarjkan Kesertaan Keluarga Berencana (Gertak KB) di Pasar Beringharjo, Jumat (9/5/2025).

JOGJA - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja meluncurkan program Gerakan Serentak Melestarikan Kesertaan Keluarga Berencana (Gertak KB) di Pasar Beringharjo, Jumat (9/5/2025).

Melalui program ini, pedagang dan masyarakat umum dapat mengakses layanan KB gratis setiap Selasa di Klinik Kesehatan Pasar Beringharjo Lantai 3.

“Program ini digulirkan dalam rangka meningkatkan indeks keluarga berkualitas di Kota Jogja,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono di sela peluncuran.

Yunianto menjelaskan, kualitas keluarga ditentukan dari beberapa indikator, seperti persentase perempuan berdaya, status layak anak, capaian total fertility rate (TFR), serta keberhasilan kelompok Bina Keluarga Sejahtera (BKS) Paripurna.

Adanya program tersebut, untuk mengejar capaian indikator itu. Pun program ini juga berangkat dari salah satu permasalahan utama saat ini adalah masih rendahnya pemahaman dan kepesertaan keluarga berencana (KB) modern.

"Keluaran hasilnya adalah tersampaikannya KIE (komunikasi informasi dan edukasi) tentang program KB kepada pedagang dan pengunjung di sepuluh pasar dan pusat perbelanjaan di Kota Jogja," tuturnya.

Pemilihan lokasi pasar tradisional karena dianggap sebagai pusat interaksi warga yang strategis dalam menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan.

Maka, informasi terkait KB diharapkan dapat efektif untuk menjaring lebih banyak akseptor.

"Mendekatkan akses pelayanan KB dan meningkatkan promosi kesehatan reproduksi ke masyarakat. Serta meningkatkan kepesertaan KB, terutama KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP)," jelasnya.

"Tapi bukan berarti ketika pertumbuhan penduduk rendah atau kami tidak melaksanakan pelayanan KB," ujarnya.

Gertak KB menjadi satu program quick win berkelanjutan untuk meningkatkan cakupan layanan KB dan kesehatan reproduksi. Terlebih mendekatkan layanan KB bagi para pedagang di Pasar Tradisional.

"Kami bekerja sama dengan 16 puskesmas dan beberapa rumah sakit dan klinik yang dapat melayani KB gratis setiap hari di Kota Jogja," tuturnya.

Baca Juga: Prediksi Wolfsburg vs Hoffenheim Bundesliga Sabtu 10 Mei Kick Off 01.30, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Bahkan, untuk akseptor yang memilih metode operasi pria (MOP), disediakan kompensasi biaya hidup sebesar Rp 1 juta.

Salah satu akseptor KB Maharani Ulfa warga Kota Jogja mengaku tertarik mengikuti program KB gratis setelah mendapat informasi dari kader posyandu dan bidan puskesmas.

“Usia saya baru 25 tahun tapi sudah punya dua anak. Saya pilih KB implan. Semoga aman dan lancar, ini juga jadi tujuan bersama ya untuk mengendalikan kelahiran,” ujarnya. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pasar beringharjo #keluarga berencana #DP3AP2KB Kota Jogja #Pemkot Jogja #Gertak KB