Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jenazah Murdaya Poo Dikremasi 7 Mei di Bukit Dagi Candi Borobudur, Ini Alasannya

Naila Nihayah • Selasa, 6 Mei 2025 | 23:51 WIB
DISEMAYAMKAN: Peti jenazah Murdaya Poo sudah dipindah ke kaki Bukit Dagi sebelum dikremasi pada Rabu (7/5/2025).
DISEMAYAMKAN: Peti jenazah Murdaya Poo sudah dipindah ke kaki Bukit Dagi sebelum dikremasi pada Rabu (7/5/2025).

MUNGKID - Menjelang kremasi pada Rabu (7/5/2025), jenazah konglomerat Murdaya Widyawimarta Poo sudah disemayamkan di kaki Bukit Dagi, kompleks Taman Wisata Borobudur. Ternyata, ada cerita di balik kremasi yang dijadwalkan pada 7 Mei itu. Sebab, kremasi tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun pernikahannya bersama Siti Hartati Murdaya yang ke-54.

Sebelumnya, jenazah Murdaya Poo disemayamkan di Vihara Griya Vipasana Avalokitesvara (GVA) Mendut sejak Senin (14/4/2025). Lantas, pada Selasa (6/5/2025), jenazahnya dibawa ke kaki Bukit Dagi sebelum dilakukan proses kremasi keesokan harinya. Peti jenazah Murdaya Poo tiba sekitar pukul 11.15 bersama dengan keluarga yang turut mengiringinya.

Peti tersebut diletakkan secara perlahan di tempat yang sudah disediakan. Setelah itu, ada puja amitabha atau penghormatan dari Sangha Tantrayana. Puja tersebut berlangsung sekitar 40 menit. Kemudian, ada pula biksu maupun umat Buddha yang memberikan penghormatan kepada mendiang Murdaya Poo.

Anak kedua Murdaya Poo, Prajna Murdaya menyebut, prosesi kremasi sang ayah akan dipimpin oleh seorang Lama dari India. Sebab nantinya, jenazah Murdaya Poo akan dikremasi secara tradisional menggunakan kayu cendana dan gaharu sekitar 1,5 meter kubik. "Besok mulai acaranya pagi dimulai dengan sembahyang dan ada prosesi naik ke Bukit Dagi," ucapnya, Selasa (6/5/2025).

Dia menjelaskan, pemilihan tanggal kremasi itu tidak hanya tepat sebulan meninggal, tetapi juga bertepatan dengan hari ulang tahun pernikahan orang tuanya yang ke-54. Tepatnya pada 7 Mei 1971. Rencananya, jenazah Murdaya Poo akan dikremasi pukul 10.00 atau sebelum pukul 12.00 di Bukit Dagi. 

Dia mengatakan, prosesi kremasi itu membutuhkan waktu sekitar lima hingga delapan jam dengan api kecil. Namun, abu mendiang sang ayah baru dibawa satu atau dua hari, sembari menunggu dingin. Pada Jumat (9/5/2025), abu tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam guci untuk didoakan.

Kemudian, kata Prajna, abu tersebut akan dibawa kembali ke Vihara GVA mendut untuk didoakan. Barulah pada Senin (12/5/2025) atau tepat saat puncak perayaan Tri Suci Waisak, abu itu dibawa ke altar yang berada di Zona I, kompleks Candi Borobudur. Sehingga umat Buddha bisa turut mendoakan mendiang Murdaya Poo. 

Baca Juga: MUI Imbau Umat Islam Tolak Bansos Dedi Mulyadi Jika Disyaratkan Vasektomi: Hukumnya Haram!

Dia menambahkan, saat prosesi kremasi, akan dihadiri oleh Menteri Agama dan Menteri Kebudayaan. Serta keluarga, biksu, hingga perwakilan umat Buddha. "Pak Poo itu menjadi contoh bagi kami semua sehingga banyak teman-temannya yang datang (melayat) setelah meninggal dunia," bebernya. 

Menjelang kremasi, sisi emosional Prajna keluar. Pada Senin malam (5/5/2025), dia sempat melihat jenazah Murdaya Poo sembari berdoa. "Hari ini malam terakhir (Murdaya Poo) masih utuh. Itulah yang membuat saya berpikir bahwa di dunia ini tidak kekal, termasuk orang tua," sambung Prajna. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#murdaya poo meninggal dunia #Borobudur #kremasi #murdaya poo meninggal #Murdaya Widyawimarta Poo #Murdaya Poo