RADAR JOGJA - Salah satu bangunan legendaris di Yogyakarta, Wisma Hartono, akan resmi menutup operasionalnya mulai 5 Mei 2025.
Kabar ini menjadi momen yang menggetarkan nostalgia banyak warga dan wisatawan yang pernah merasakan atmosfer khas dari tempat yang penuh kenangan ini.
Wisma Hartono berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Jogja.
Menyimpan kenangan yang melekat bagi warga Jogja dan sekitarnya.
Pasalnya, lokasi ini pernah menjadi lembaga keuangan Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).
Baca Juga: Antonio Conte: Scott McTominay Lebih Lengkap di Napoli Dibandingkan saat di Manchester United
Sejarah Wisma Hartono
Wisma Hartono selesai dibangun pada 1995. Tepatnya bulan Agustus.
Daya Indria Permai merupakan arsitektur pembuatan gedung tersebut.
Megah, bangunan ini memiliki 6 lantai. Dengan tinggi bangunan mencapai 32 meter dan luasan lantai mencapi 2.665 meter persegi.
Struktur bangunan menyerupai punden berundak, yang kerap ditemukan pada situs purbakala nusantara.
Bangunan ini mencerminkan kekayaan budaya arsitektur asli nusantara.
Sebagaimana diketahui bahwa punden berundak merupakan struktur khas pada bangunan menunjukkan ciri kebudayaan asli nusantara.
Melansir dari setiapgedung.id, rancangan dasar desain bangunan mengacu pada filosofi bank BDNI yang bermotto "Tradisi Kepercayaan".
Pada bagian dalam gedung diperkuat dengan estetika berupa ukir-ukiran tradisional jawa.
Sayangnya, pendirian bangunan yang semula dioperasionalkan untuk bank tidak berlangsung lama.
Pada 1998 BDNI tutup total imbas krisis moneter.
Semenjak itu perlahan gedung dialihfungsikan sebagai tempat perkantoran umum, toko jual beli ponsel, tempat makan KFC dan usaha lainnya.
Baca Juga: Ampera Nyatakan Sikap Purnawirawan Jenderal TNI dan Ulama Disebut Suara Warga Magelang
Meski tirai akan ditutup dan terakhir beroperasi hingga 4 Mei 2025, nama Wisma Hartono akan tetap hidup dalam ingatan sebagai simbol keramahan Jogja tempo dulu, tempat di mana siapa pun bisa datang, memanfaatkan jasa transaksi keuangan hingga belanja ponsel dan makan bersama keluarga maupun orang terdekat. (Adinda Fatimatuzzahra)