JOGJA - Para calon jemaah haji (CJH) reguler ataupun khusus di DIJ terus melakukan persiapan menjelang keberangkatan. Mulai dari kesiapan kesehatan hingga manasik haji juga dilakukan di sebelum pemberangkatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DIJ Ahmad Bahiej mengatakan untuk CJH reguler pengarahan dan pemantapan terus dilakukan. Acara tersebut dilaksanakan di Asrama Haji Jogjakarta dan dibagi sesuai kloter keberangkatan. "CJH saling membantu, terutama kepada yang lebih tua," ujarnya, Rabu (30/4).
Persiapan yang dilakukan sebelum pemberangkatan di antaranya membangun kebersamaan antar-CJH. Selain itu juga penjelasan teknis ibadah haji. Jemaah wajib mengenali ketua kloter, ketua rombongan dan ketua regu masing-masing.
“Ketika keluar hotel jangan sampai kartu nusuk tertinggal, sebab ini menjadi identitas bahwa para peserta semua adalah CJH legal,” bebernya.
Kanwil Kemenag DIJ mencatat tahun ini sebanyak 1.172 jemaah haji reguler berasal dari Sleman. Kemudian, Kabupaten Bantul 971 orang, Kota Jogja 477 orang, Kabupaten Kulon Progo 332 orang, dan Kabupaten Gunungkidul 267 orang.
Tujuannya untuk memberikan pemantapan terkait ritual ibadah haji. "Manasik Haji dilakukan selama empat hari tiga malam mulai 1 sampai 4 Mei 2025," ujar Direktur Sahid Tour Hari Prakoso
Total CJH khusus tahun ini di agen tersebut sebanyak 228 yang akan didampingi 15 petugas sesuai jatah dari Kementerian Agama. Berarti total keseluruhan ada 243 jemaah. "Semua CJH wajib mengikuti manasik haji, agar memahami tata cara melaksanakan perjalanan dengan baik," tuturnya.