JOGJA - Kondisi cuaca di Yogyakarta disebut masih cukup dinamis.
Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebut perubahan cuaca secara mendadak bisa saja terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Wajrono mengatakan, berdasar hasil analisis dinamika atmosfer pihaknya mengidentifikasi adanya pola angin timuran.
Kondisi tersebut mendominasi di sepanjang Pulau Jawa termasuk wilayah Yogyakarta.
Kemudian, suhu muka laut dalam skala harian maupun mingguan juga terpantau relatif hangat dengan suhu berkisar 28 hingga 30 derajat celcius.
Di sisi lain, kelembaban udara maupun stabilitas atmosfer juga masuk kategori ringan hingga sedang.
“Hal tersebut mengindikasikan penurunan potensi pembentukan awan konvektif, sehingga peluang pertumbuhan awan hujan di Yogyakarta cenderung berkurang,” ujar Warjono, Selasa (29/4/2025).
Meskipun intensitas hujan mulai berkurang seiring masuknya musim kemarau.
Warjono meminta agar masyarakat tetap waspada, lantaran ada potensi perubahan cuaca yang cepat.
Misalnya berupa cuaca panas terik pada siang hari, namun mendadak berubah hujan deras pada sore atau malam harinya.
Dia pun menghimbau, agar masyarakat bisa mengamankan lingkungan sekitar.
Yakni dengan memastikan tidak ada benda yang mudah terbawa angin kencang.
Serta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho yang rapuh ketika terjadi hujan deras.
Warjono juga membeberkan, kondisi cuaca yang berupa hujan juga dapat terjadi dalam tiga hari ke depan.
Misalnya pada tanggal 30 April dan 1 Mei 2025 yang berpotensi hujan ringan di Sleman bagian utara, Kulonprogo bagian selatan, dan Bantul Bagian selatan.
Serta potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Sleman bagian utara dan Kulonprogo bagian utara pada tanggal 2 Mei 2025.
“Kami meminta agar masyarakat waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat,” pesannya.
Secara terpisah, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto meminta, agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi bencana di lingkungannya.
Sebab potensi cuaca ekstrem masih sangat mungkin terjadi.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah, pihaknya juga telah mengajukan perpanjangan status siaga darurat.
Yakni hingga 30 April 2025 mendatang.
“Kami minta masyarakat tetap waspada dan rutin memantau informasi cuaca,” tegas Darmanto. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin