Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gerakan Berbagi dari dan untuk Masyarakat, Pemkot segera Luncurkan Food Bank Lumbung Mataraman Mei Mendatang: Sasar Mahasiswa Kesulitan Finansial

Iwan Nurwanto • Senin, 28 April 2025 | 03:33 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sukidi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sukidi.

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana meluncurkan program food bank pertengahan Mei mendatang.

Program yang memberi makanan dan bahan pangan secara gratis itu pun akan menyasar kalangan mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sukidi mengatakan, dalam program food bank itu akan mengusung nama Lumbung Mataraman.

Melalui nama tersebut, diharapkan dapat menjadi wujud semangat berbagi dari masyarakat untuk masyarakat.

“Dalam food bank Lumbung Mataraman kami akan mengusung dua konsep, yakni food rescue atau penyelamatan makanan siap konsumsi berlebih. Serta food charity, sebuah upaya membagikan atau donasi bahan pangan kepada pihak yang membutuhkan,” ujar Sukidi, Minggu (27/4/205).

Dalam menjalankan program itu, DPP Kota Jogja juga akan melibatkan berbagai pihak sebagai pendonor makanan atau bahan pangan.

Bisa dari pemerintah hingga sektor swasta seperti restoran, rumah makan, katering, retail, lembaga sosial, hingga masyarakat umum.

Dia mengaku, tahapan saat ini tengah mematangkan konsep program.

Sehingga ketika diluncurkan pada 16 Mei 2025 mendatang, program tersebut bisa tepat sasaran dan optimal.

“Makanan ini ditujukan untuk lansia pra sejahtera, warga miskin dan terlantar, mahasiswa yang kesulitan, hingga musafir yang membutuhkan bantuan pangan,” jelasnya.

Mantan Sekretaris DPP Kota Jogja itu menyampaikan, pihaknya juga membuka kerja sama dengan berbagai pihak untuk program food bank.

Salah satu yang sudah resmi teken kerja sama ini adalah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jogjakarta.

Ia menambahkan, bahwa dalam proses distribusi makanan berlebih kepada penerima manfaat, Lumbung Mataraman juga bekerja sama dengan berbagai mitra.

Seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan komunitas nonprofit yang bergerak di bidang penyelamatan pangan.

Di samping itu, bahan pangan maupun makanan yang diterima akan diperiksa kelayakannya melalui uji organoleptik.

Meliputi tekstur, bau dan rasa. Sehingga hanya makanan yang lolos pemeriksaan yang akan didistribusikan kepada para penerima manfaat.

“Harapan kami program Lumbung Mataraman ini akan tumbuh progresif dan menjadi model ketahanan pangan berbasis solidaritas sosial di Kota Jogja,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kota Jogja Aman Yuriadijaya berharap, agar seluruh anggota Korpri Kota Jogja bisa berpartisipasi sebagai pendonor pangan. Misalnya, dapat mendistribusikan makanan berlebih setiap ada kegiatan atau rapat organisasi perangkat daerah (OPD).

Pihaknya juga akan mengusung konsep Rabu Korpri untuk memulai langkat tersebut.

Konsep ini adalah, OPD dapat mengumpukan sisa konsumsi yang layak di Kantor BKPSDM setiap hari Rabu antara pukul 12.00 hingga 13.00.

“Jenis dan jumlah konsumsi yang didonasikan tidak ditentukan, asalkan masih layak konsumsi dan tidak mudah basi,” katanya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#DPP Kota Jogja #kalangan mahasiswa #Donasi #kesulitan finansial #program food bank #Pemkot Jogja #Lumbung Mataraman #bahan pangan gratis