JOGJA - Penggusuran Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) tinggal hitungan jam. Pembongkaran awal rencananya dilakukan Selasa (29/4/2025).
Namun hingga saat ini, penghuni TKP ABA masih enggan dipindah. Tempat relokasi dari Pemprov DIY yang belum jelas dianggap sebagai alasan.
"Kami siap diatur dan ditata kalau sudah ada solusi yang jelas dan tempat relokasi ada kepastian bagi semua penghuni terdampak," ujar Pengelola TKP ABA Doni Rulianto saat dikonfirmasi, Minggu (27/4/2025).
Dia menilai, titik tempat relokasi secara detail tak kunjung disampaikan.
Beberapa kali Dishub DIY hanya menyampaikan beberapa penawaran saja.
Itu pun dianggap belum bisa dikatakan sebagai informasi detail dan utuh.
Doni dan perwakilan pengelola ABA melakukan pertemuan dengan Dishub DIY di Kantornya, Jalan Babarsari, Janti, Depok, Sleman pada Jumat (25/4/2025).
Mereka ditemui oleh Kepala Dishub DIY Christina Erni Widyastuti dan jajarannya.
Dalam pertemuan tersebut, pengelola mendapatkan informasi terbaru bahwa juru parkir (jukir) nantinya akan dipindah untuk menempati tepi jalan umum (TJU).
Jumlahnya baru 30 titik, sesuai yang disampaikan dishub kepada Doni. Informasi tersebut juga relatif tidak lengkap.
Baca Juga: TPS3R di Sleman Terpaksa Melakukan Pembakaran Sampah, Ternyata Ini Penyebabnya
"Tempatnya di mana, per titik berapa jukir belum jelas. Padahal total jukir TKP ABA ada 95," tuturnya.
Dishub juga menginformasikan tempat relokasi para pedagang. Terdapat tambahan penawaran bagi para pedagang.
Pertama tawaran pindah lokasi di Batikan, seperti yang dulu diinformasikan.
Lalu ada dua penawaran baru yang disampaikan yakni pindah di pasar sunmor daerah Kotabaru atau jualan secara online.
"Kalau (lokasi) pasnya saya belum tahu, intinya kalau sunmor kan berjualannya hanya Sabtu-Minggu," lontarnya.
Setelah mendapatkan informasi tersebut. Pada Sabtu (26/4/2025), Doni mengumpulkan jukir dan pedagang TKP ABA untuk menyampaikan hasil audiensi dan penawaran dari Dishub.
"Hasilnya mereka sepakat menolak solusi yang ditawarkan Dishub DIY," tandasnya.
Para penghuni tersebut juga tegas menyatakan sikap akan tetap melakukan aktivitas di TKP ABA, sebelum tempat relokasi sudah jelas.
Bahkan, pertemuan dan keinginan para penghuni TKP ABA juga telah dikirimkan dalam bentuk pesan video ke pihak Dishub DIY.
"Belum ada respon, ini juga belum ada agenda pertemuan lagi dengan dishub," terangnya.
Radar Jogja telah menghubungi Kepala Dishub DIY Christina Erni Widyastuti untuk meminta keterangan lebih detail. Namun saat dihubungi melalui saluran WhatsApp, hingga tulisan selesai yang bersangkutan belum menjawab. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita