Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Operasional SPPG Kotagede Tetiba Dihentikan, 3.463 Siswa di Jogja Selatan Tidak Terima  MBG

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 25 April 2025 | 01:54 WIB

 

SMAN 5 Jogja menjadi salah satu sekolah yang tidak mendapatkan MBG lag karena SPPG Kotagede berhenti beroperasi.
SMAN 5 Jogja menjadi salah satu sekolah yang tidak mendapatkan MBG lag karena SPPG Kotagede berhenti beroperasi.
 

JOGJA - Informasi dihentikannya kegiatan operasional makan bergizi gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemantren Kotagede, Jogja telah menyebar. Hal itu diakui sejumlah sekolah penerima manfaat MBG yang dinaungi SPPG Kotagede. Bahkan MBG di beberapa sekolah itu harus terhenti.

 "Tempat kami setelah Lebaran itu sudah berhenti. Terakhir difasilitasi MBG 20 Maret sebelum Lebaran," ujar Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPN 9 Jogja Wahidi saat dikonfirmasi kemarin (24/4).

Menurutnya, teknis pelaksanaan MBG relatif baik dan lancar. Namun setelah 20 Maret hingga Kamis (24/4) pelaksanaan MBG di sekolah itu tak kunjung diadakan.

Lalu pada Rabu (23/4) ia pun mendapatkan informasi melalui grup WA koordinasi SPPG Kotagede.

"Opersional SPPG Kotagede ditiadakan dan menunggu kebijakan selanjutnya. Itu informasi yang beredar melalui grup WA koordinasi MBG," tuturnya.

Isi pengumuman itu sama persis dengan yang didapatkan Radar Jogja, Kamis (24/4) pagi. Mengutip isi sebaran informasi, dituliskan bahwa perwakilan SPPG Kotagede menyatakan penghentian kegiatan operasional sepenuhnya. Terhitung sejak disampaikan pemberitahuan tersebut. Hal itu sesuai keputusan Badan Gizi Nasional (BGN).

Dikatakan, penghentian dilakukan karena terdapat ketidaksesuaian pelaksanaan program dengan ketentuan yang berlaku di BGN. Selain itu juga terdapat permasalahan administasi yang memerlukan penyesuaian lebih lanjut.

Seluruh kegiatan pelayanan gizi yang sebelumnya dilaksanakan melalui SPPG Kotagede, untuk sementara tidak dilanjutkan hingga adanya kebijakan baru. "BGN RI sedang dalam proses pencarian tirik layanan SPPG terbaru yang akan ditugaskan untuk mem-backup wilayah Kotagede dan sekitarnya," mengutip isi informasi itu.

Menurut Wahidi, informasi yang ditanyakan sama seperti yang ia dapatkan melalui sebaran di grup Whatsapp koordinasi penerima manfaat MBG SPPG wilayah Kotagede.

Grup itu berisi perwakilan 12 sekolah penerima manfaat MBG SPPG Kotagede dan beberapa pengurus SPPG. "Informasi itu di-share di grup sejak Rabu (24/4), saya baca sekitar siang hari," terangnya.

Sebelumnya ia juga menerima informasi kali pertama dari pihak SPPG yang intinya penyelenggaraan MBG sementara tidak ada dan menunggu informasi berikutnya.

Informasi itu ia terima pada saat siswa masuk hari pertama libur Lebaran pada 9 April. "Kalau kami harapannya MBG bisa dilanjutkan lagi, karena pelaksanaan kemarin sudah baik," jelasnya.

Mulai dari manajemen waktu pengiriman hingga asupan gizi dinilai relatif baik. Para siswa juga menyambutnya dengan antusias.

Itu terbukti dari beberapa siswa yang menanyakan tidak adanya MBG  selama beberapa hari tersebut. "Lha anak-anak ketika gak ada MBG malah menanyakannya kepada kami,"  katanya.

SPPG Kotagede berwenang mendistribusikan MBG di 12 sekolah di wilayah Kotagede. Sekolah itu yakni SDN Kotagede 5 dengan total penerima manfaat 163 siswa, SDN Kotagede 4 sebanyak 169 siswa, SDN Kotagede 1 504 siswa, SDN Dalem 149 siswa, SDN Baluwarti 163 siswa, SDN Karangmulyo 82 siswa, SDN Randusari 90 siswa, SDN Rejowinangun 3 sebanyak 169 siswa, SDN Gedongkuning 336 siswa, SDN Karangsari 63 siswa, SMPN 9 Jogja 711 siswa dan SMAN 5 Jogja 864 siswa.

Total keseluruhan penerima manfaat SPPG Kotagede 3.463 siswa. Artinya ribuan siswa itu kemungkinan juga tidak mendapatkan MBG seperti yang terjadi di SMP N 9 Jogja.

Radar Jogja mencari informasi di sekolah lain, yakni SMAN 5 Jogja. Berdasarkan informasi yang didapat dari narasumber terdekat di sekolah itu,  dikatakan MBG telah macet beberapa hari. Informasi hanya sebatas itu, karena narasumber yang bersangkutan sedang tidak ada di sekolah.

Selanjutnya Radar Jogja juga telah mendatangi CV Catering Ibu Supardi sebagai pihak penyedia MBG di SPPG Kotagede. Lokasinya di Purbayan, Kotagede, Jogja. Tidak jauh dengan SMPN 9 Jogja, sekitar 1.600 meter.

Seorang pegawai katering memilih irit bicara. Namun ketika ditanyai kaitannya dengan lokasi penyedia MBG SPPG Kotagede ia membenarkan memang katering itu menjadi penyedia MBG. Ia juga tidak menampik informasi bahwa saat ini MBG diberhentikan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) DIJ Suhirman membenarkan adanya program MBG yang terhenti di SMAN 5 Jogja. Namun sekolah tingkat SMA/SMK lainnya diperkirakan masih berjalan.

"Untuk SMK Kasihan dan SMK 4 Jogja masih berlangsung. Iya (SMA 5) berhenti, yang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kotagede," ujarnya.

Suhirman mengatakan, informasi terakhir yang ia terima penghentian MBG karena ada permasalahan administrasi. "Kemungkinan administrasi, pihak sekolah menginformasikan ke kami kalau sementara berhenti dulu," bebernya. (oso/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#Mbg #SMAN 5 Jogja #smpn 9 #SPPG #kotagede #katering #Jogja #lebaran