JOGJA - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja mencatat masih ada puluhan calon haji yang belum melakukan pelunasan.
Para calon haji tersebut diberikan batas waktu pelunasan hingga tanggal 25 April 2025.
Kepala Kantor Kemenag Kota Jogja Nadhif mengatakan, dari kuota 517 haji pihaknya mencatat sudah ada 441 calon haji yang sudah melakukan pelunasan.
Sehingga, masih ada sekitar 76 calon haji yang belum melakukan pelunasan.
Dia menyampaikan, para calon haji yang belum melakukan pelunasan itu nantinya memiliki tenggat waktu hingga besok (25/4/2025).
Sebab pada tanggal itu merupakan tahap terakhir pelunasan setelah dua tahap sebelumnya ditutup.
Menurutnya, secara umum ada berbagai penyebab yang membuat para calon itu belum melakukan pelunasan.
Misalnya karena ada calon haji yang meninggal dunia, kemudian sakit permanen, serta ada calon haji yang menjalani tugas namun tidak bisa ditinggalkan.
“Seumpama nanti ada perpanjangan pelunasan itu menjadi kebijakan nasional,” ujar Nadhif saat ditemui, Kamis (24/4/2025).
Terkait dengan nasib calon haji jika belum melakukan pelunasan hingga batas waktu, Nadhif menyebut, nantinya menjadi kewenangan Kemenag DIY.
Lantaran kuota haji yang diberikan oleh pemerintah pusat berdasar provinsi bukan kabupaten/kota.
Sehingga, kata dia, bisa saja kuota yang tidak terpakai di Kota Jogja dialihkan untuk calon haji yang berasal dari daerah di luar Kota Jogja.
Adapun calon haji yang berhak mengisi kuota tersebut nantinya ditentukan dari waktu tunggu yang paling kecil dengan tanggal pemberangkatan dari 20 Mei hingga 3 Juli 2025.
Untuk diketahui, kuota haji yang diberikan kepada DIY sendiri berjumlah 3.174 orang.
Dari jumlah tersebut, 3.111 orang merupakan jamaah dan 36 merupakan petugas yang terbagi ke dalam kloter-kloter.
Terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, perawat, dan paramedis.
“Karena kuota provinsi, bisa saja kemudian dari kabupaten yang lain, tidak harus kemudian dari kota."
"Paling penting nomor urutnya kecil,” terang Nadhif.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menegaskan, kesiapan kesehatan fisik dan mental merupakan hal yang sangat penting.
Oleh karena itu, dia meminta agar para calon jamaah haji menjaga kesehatan sejak sebelum keberangkatan.
Hasto menghimbau, agar para calon jamaah haji bisa melakukan olahraga ringan untuk menjaga kondisi fisik tetap bugar.
Kemudian juga memperkuat kesabaran dengan memperbanyak doa agar bisa terus merasa dekat dengan Allah SWT.
“Dalam suasana ibadah haji juga penuh dinamika dan perbedaan."
" Sehingga penting bagi setiap jamaah untuk mengedepankan sikap legowo, rendah hati, serta menjaga lisan,” pesan orang nomor satu di Kota Jogja itu. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin