Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Suksesi Sekprov DIY Muncul Tiga Kandidat, Tak Gelar Lelang, Hilal Mengarah ke Wiyos Santoso

Kusno S Utomo • Rabu, 23 April 2025 | 13:00 WIB

 

 

Wiyos Santoso
Wiyos Santoso

JOGJA - Masa dinas Beny Suharsono sebagai sekretaris provinsi (Sekprov) DIY tinggal dalam hitungan hari. Birokrat kelahiran Bumiayu 12 Mei 1965 itu bakal segera pensiun. Tepatnya ketika usianya memasuki 60 tahun per 1 Juni mendatang.

Menyikapi itu, anggota DPRD DIY Arif Setiadi kembali bersuara. Dia mendesak Pemprov DIY mempercepat proses seleksi pengisian jabatan Sekprov. “Jangan sampai terlambat atau sengaja dibuat lamban,” ungkap Arif Selasa (22/4).

Wakil rakyat yang kerap mengkritisi masalah mutasi dan promosi pejabat eselon dua di lingkungan pemprov itu mempersilakan pemprov mengadakan proses seleksi dengan cara lelang terbuka maupun manajemen talenta. Kedua metode itu sepenuhnya menjadi kewenangan pemprov.

Pria yang tinggal di Dusun Kedongpoh, Nglipar, Gunungkidul, ini punya catatan pengisian jabatan Sekprov terlambat. Hingga pejabat definitif pensiun, belum ada penggantinya. Contoh itu seperti terjadi saat Sekprov Kadarmanta Baskara Aji (KBA)  pensiun per 1 Maret 2023.  Beny baru dilantik sebagai Sekprov pada 22 Mei 2023. Mengisi kekosongan Sekprov, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIY Wiyos Santoso ditunjuk menjadi Pj Sekprov. 

Menanggapi desakan itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Hary Setiawan mengaku sampai sekarang belum  diperintah Gubernur DIY Hamengku Buwono X memproses pembentukan pansel Sekprov. Karena itu, Hary memilih menunggu.

“Kami akan dikumpulkan guna mendapatkan arahan dari Pak Gub (Gubernur, Red),” ucapnya usai rapat Pansus Raperda tentang Penyesuaian Bentuk Hukum BUMD di gedung DPRD DIY.

Hary baru saja dilantik sebagai kepala BKD pada Senin (21/4). Alumnus FH UGM itu menggantikan Amin Purwani yang digeser menjadi kepala badan pendidikan dan pelatihan (Diklat). Semasa masih mengepalai BKD, Amin kepada Radar Jogja mengatakan, kemungkinan pemprov tak menggelar lelang terbuka jabatan Sekprov. Namun memakai manajemen talenta. “Komitmen Pak Gubernur tetap menggunakan manajemen talenta seperti yang sudah kita jalankan,” terangnya. Menurut dia, proses penilaian manajemen talenta calon Sekprov sudah dan terus berjalan.

Saat disinggung namanya ikut masuk sebagai kandidat Sekprov, dia hanya tersenyum. Amin balik bertanya dari mana sumber informasi tersebut. “Pokoknya doakan saja semua prosesnya berjalan lancar,” harapnya.

Di sisi lain, sejumlah sumber yang dikenal dekat dengan kalangan Baperjakat membenarkan proses penilaian manajemen talenta sudah berjalan. Hasilnya ada beberapa kandidat. Salah satunya, Amin Purwani yang dapat skor di urutan kedua. “Urutan pertama skor-nya Wiyos Santoso, “ cerita sumber itu.

       Soal digesernya Amin ke badan diklat, sumber itu membisiki ada dua hal yang saling terkait. Pertama, guna memenuhi persyaratan calon Sekprov. Harus minimal dua kali menjabat di eselon dua. Amin baru sekali dengan menjadi kepala BKD. “Kedua, ada skenario meminggirkan Amin dari lingkatan Baperjakat,” katanya.

Menguatnya Wiyos sebagai calon  Sekprov dibenarkan seorang pejabat teras pemprov. Dia memberikan ilustrasi dengan ilmu titen. Diceritakan, semasa KBA menjabat Sekprov 2019-2023, pejabat yang sering diajak menerima tamu gubernur adalah Beny. Kala itu jabatannya kepala Bappeda. Tradisi itu rupanya dilanjutkan. Saat mendampingi gubernur, di sisi kanan Beny kerap berdiri sosok Wiyos. “Hilal-nya sepertinya sudah mengarah ke Pak Wiyos,” tuturnya.

Begitu pula berangkat dan pulang dari salat Jumat di Masjid Sulthoni kompleks Kepatihan. Beny dan Wiyos kerap terlihat runtang runtung. Sebagai kandidat, sampai sekarang Wiyos telah mengalami dua kali rotasi. Pria yang akrab disapa BW atau Bang Wiyos itu,  sebelum mengepalai BPKA menjabat Inspektur DIY. Karir itu mengikuti jejak ayahnya Heri Susanto yang pernah menjadi kepala Biro Keuangan Setprov DIY dan kepala Inspektorat Wilayah Provinsi (Itwilprov) di masa Pj Gubernur DIY Paku Alam VIII.

Sumber lainnya menceritakan sebenarnya ada empat nama calon Sekprov hasil manajemen talenta yang dikirimkan ke BKN. Selain Wiyos dan Amin, dua nama lainnya adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti serta Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho.

 “Nama Ni Made bisa jadi kejutan. Calon perempuan peluangnya bisa lebih kuat,” cerita seorang sumber yang menyebut karir alumnus Jurusan Teknik Sipil UNS Surakarta cukup komplet. Ni Made Pernah kepala biro, kepala dinas perhubungan, Pj bupati, kepala Bappeda yang sekarang berganti nama Bapperinda. “Tour of duty  beragam. Kaya pengalaman,” lanjutnya.

Sekprov DIY Beny Suharsono memilih irit bicara. Saat beberapa kali ditemui di kompeks Kepatihan maupun gedung DPRD DIY justru melempar balik pertanyaan. “Apa memang mau diganti. Lho Sekprov-e masih ada e,. Bahasa-ku tak leremeke sik (Bahasa saya saya istirahatkan dulu, Red),” kilahnya.

Dalam sebuah kesempatan bertemu dengan pimpinan dewan, Beny sempat ditanya siapa calon penggantinya. Beny menyebut kandidatnya,  di antara bebeapa pejabat yang saat itu ikut hadir. Ada tiga orang. Mereka adalah Kepala BPKA Wiyos Santoso, Kepala Bapperida Ni Made Dwipanti Indrayanti, dan Inspektur DIY Muhammad Setiadi. (oso/kus/laz)

 

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pensiun #Baperjakat #Beny Suharsono #Pemprov DIY #Sekprov #Amin Purwani #bumiayu #kandidat #seleksi pengisian jabatan #Wiyos Santoso #badan kepegawaian daerah #dprd diy #DIY #Sekretaris Provinsi #Gubernur DIY Hamengku Buwono X