Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Muncul Siklon Tropis Errol, BMKG Yogyakarta Prediksi Sejumlah Wilayah Diterpa Cuaca Buruk

Iwan Nurwanto • Jumat, 18 April 2025 | 00:10 WIB
citra cuaca dimana BMKG DIY memprediksi siklon anggrek akan terjadi hingga hari ini (18/1/2024)
citra cuaca dimana BMKG DIY memprediksi siklon anggrek akan terjadi hingga hari ini (18/1/2024)

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi sejumlah wilayah bakal diguyur hujan dengan intensitas lebat. Kondisi tersebut pun dapat meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasar hasil analisis dinamika atmosfer pihaknya mengidentifikasi adanya siklon tropis Errol di selatan Pulau Sumba. Fenomena tersebut menyebabkan pola belokan angin di sebagian besar wilayah Pulau Jawa termasuk DIY.

Selain itu, suhu muka laut pada skala harian maupun mingguan di perairan Jawa juga terpantau relatif hangat berkisar 29 hingga 30 derajat celcius. Kemudian juga kelembapan udara di wilayah DIY pada lapisan 850 - 500 mb berkisar antara 50 – 95 persen dengan labilitas atmosfer pada kategori sedang hingga kuat.

“Dengan fenomena tersebut berpotensi meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY,” ujar Warjono, Kamis (17/4/2025).

Menurut dia, adanya pengaruh siklon dan kondisi atmosfer tersebut, juga sangat berpengaruh terhadap kondisi cuaca di Yogyakarta dalam beberapa hari kedepan. Terlebih selama periode tanggal 17 hingga 19 April 2025.

Adapun wilayah sebaran dan kondisi cuacanya. Warjono mengungkap, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo bagian utara dan tengah, dan Gunungkidul bagian utara-tengah pada Kamis (17/4/2025) dan Jumat (18/4/2025).

Kemudian pada Sabtu (19/4/2025) kemungkinan ada potensi hujan sedang hingga lebat di daerah Sleman. Pada hari itu, Kulonprogo bagian utara dan Gunungkidul bagian utara juga kemungkinan mengalami kondisi yang sama.

Oleh karena itu, Warjono pun meminta agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Terlebih selama periode tiga hari kedepan.

Sebab kondisi cuaca buruk berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi diantaranya berupa banjir, tanah longsor, puting beliung. Serta pohon tumbang ataupun sambaran petir.

“Harus waspada, terutama bagi masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” terang Warjono.

Potensi cuaca ekstrem dan himbauan dari BMKG Yogyakarta itu disadari oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja. Sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja telah mengajukan perpanjangan status siaga darurat.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja Darmanto mengatakan, pihaknya sudah mengajukan perpanjangan Surat Keputusan (SK) siaga darurat hingga 30 April 2025 mendatang. Adapun saat ini, keputusan tersebut tengah menunggu persetujuan wali kota.

“Pengajuan perpanjangan status siaga darurat merupakan bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang masih cukup tinggi,” jelas Darmanto. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#siklon #musim pancaroba #Cuaca Ekstrem #bibit siklon