JOGJA - Kisah inspiratif datang dari jamaah Masjid Al Baroqah Warrohmah di Kampung Ketanggungan, Wirobrajan, Kota Jogja. Masyarakat di wilayah tersebut bisa mengelola sampahnya secara mandiri. Bahkan hasil dari kegiatan itu mampu untuk membeli hidangan bagi jama'ah sehabis sholat Jumat.
Wadah sampah plastik khususnya botol bekas nampak berada di depan Masjid Al Baroqah Warrohmah. Ternyata, alat penampungan botol bekas itu memiliki fungsi yang cukup vital bagi operasional masjid dan para jama’ahnya.
Takmir Masjid Al Baroqah Warrohmah Supriadi mengatakan, selama ini sampah berupa botol bekas memang rutin dikumpulkan oleh jamaah setiap kali ada kegiatan. Botol yang dikumpulkan lalu dijual ke bank sampah.
Uang hasil dari penjualan botol bekas itu dikumpulkan menjadi kas masjid. Kemudian uangnya dimanfaatkan untuk membeli hidangan berupa soto sehabis sholat Jumat atau lebih sering dikenal sebagai Jumat berkah.
“Untuk kegiatan Jumat berkahnya kami lakukan seminggu sekali, sementara penimbangan sampahnya setiap satu bulan sekali,” ujar Supriadi saat ditemui, Selasa (15/4/2025).
Meskipun tidak dapat merinci jumlah pendapatan maupun botol bekas yang dapat dikumpulkan. Supriadi menegaskan, langkah mengumpulkan botol bekas itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah.
Pun selama ini, kata dia, jama'ah masjid Al Baroqah Warrohmah yang berasal dari masyarakat RW.08 dan RW.09 Kampung Ketanggungan juga berusaha agar sampah tidak dibuang sembarangan. Yakni dengan mengumpulkan sampah secara kolektif lalu dibuang mandiri ke depo.
Ketua RT. 44, RW.09 itu menyampaikan, bahwa mengumpulkan secara kolektif itu dilakukan karena wilayahnya belum memiliki penggerobak. Kebijakan tersebut menurutnya dilakukan setelah mendapatkan izin dari pemerintah setempat.
Sembari menunggu kehadiran penggrobak, Supriadi memastikan, bahwa masyarakat Kampung Ketanggungan berkomitmen untuk terus melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Termasuk mengawasi pembuangan sampah liar.
“Untuk saat ini kami belum ada masalah pembuangan sampah. Namun memang masih ada beberapa titik sampah liar,” terangnya.
Langkah Masjid Al Baroqah Warrohmah pun diapresiasi oleh orang nomor satu di Kota Jogja. Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo berharap, apa yang sudah dilakukan para jamaah bisa menjadi contoh bagi wilayah lain.
Yakni berani memulai inisiatif untuk mengumpulkan sampah dan memberikannya kepada bank sampah. Lalu uang hasil penjualan sampah dipakai untuk kegiatan yang lebih bermanfaat.
“Saya mengapresiasi, masjid di sini sudah menggunakan kesempatan untuk bersih-bersih bersama bank sampah untuk konsumsi umat,” terang Hasto. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin