JOGJA - Kabar duka yang menyelimuti Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) masih menjadi buah bibir bagi banyak orang, soal meninggalnya salah satu mahasiswi mereka, Sheila Amelia Christanti.
Mahasiswi rantau asal Madiun, Jawa Timur tersebut, telah berpulang dan resmi dimakamkan pada Minggu (13/4/2025) pukul 02.00 dini hari, akibat kecelakaan tunggal dalam perjalanan pulang dari Jogja. Sheila mengalami kecelakaan di jalur Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur.
Kabar yang mengejutkan ini memberikan luka mendalam bagi banyak pihak, setelah sebelumnya Sheila dilaporkan hilang selama hampir 19 hari.
Dekan Fakultas Peternakan UGM Ir Jaka Widada menyampaikan perasaan kehilangan yang cukup mendalam, dan belasungkawa atas berpulangnya Sheila. Jaka berharap pihak keluarga diberi ketabahan dan kesabaran yang kuat.
"Kami berduka sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhumah Sheila Amelia Christanti. Semoga Sheila mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dan diterima segala amal ibadahnya," katanya, Senin (14/4/2025).
Jaka juga mengapresiasi semua pihak yang telah terlibat dalam pencarian Sheila sejak dinyatakan hilang pada 25 Maret 2025.
“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu selama proses pencarian,” ujarnya.
Sheila terakhir terlihat meninggalkan kosnya di kawasan Seturan, Yogyakarta, pada Selasa (25/3/2025) sekitar pukul 11.03, berdasarkan rekaman CCTV kos. Ia diketahui meluncur dari Seturan, Yogyakarta ke Jalan Solo.
Dan dilaporkan melintas di kawasan Lawu, Tawangmangu, pukul 15.00 di hari yang sama. Namun setelah itu, jejaknya menghilang.
Pihak keluarga kemudian melaporkan kehilangan Sheila pada 26 Maret 2025. Berbagai upaya pencarian dilakukan, mulai dari penelusuran lapangan oleh pihak keluarga di kawasan Sragen dan Tawangmangu pada 29-30 Maret 2025 hingga penyebaran informasi melalui media sosial.
Namun, hasil baru didapatkan saat Polsek Plaosan menerima laporan penemuan jenazah perempuan di kawasan Lawu Green Forest, Sabtu (12/4/2025) lalu pukul 10.00.
Setelah proses identifikasi oleh tim medis, jenazah tersebut dipastikan adalah Sheila. Ia meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal saat berkendara seorang diri. Dalam laporan saksi, Sheila menabrak rambu jalan dan masuk ke parit.
"Dalam prosesnya, pihak universitas, Polres Klaten, Magetan, Madiun, Mabes Polri, relawan, dan tim media selalu memantau," jelas Jaka.
Di lingkungan akademik, Sheila dikenal sebagai mahasiswi yang tekun dan aktif dalam kegiatan perkuliahan.
“Ia adalah sosok yang rajin, sering berpartisipasi dalam proyek kelompok maupun dalam kelas. Kepergiannya tentu menimbulkan perasaan kehilangan yang berat di kalangan teman, kerabat, dan saudaranya juga," tuturnya.
Sementara itu, Ayahanda Sheila Suprapto mengungkapkan, sang putri dikenal dengan pribadi yang agak tertutup, namun selalu gigih dan tekun dalam belajar.
Suprapto mengenang, sebagai orang tua awalnya ia menyarankan sang anak untuk berkuliah di Madiun, hal tersebut dilakukan dengan alasan agar Sheila bisa lebih dekat dengan rumah dan keluarga.
"Ternyata dia bilang lolos tes di UGM. Anaknya memang pendiam dan mandiri. Kami baru diberi tahu justru setelah dia diterima UGM," kenangnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita