JOGJA - Festival komik tahunan comic paradise (Comipara) tahun ini menggandeng Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY untuk pelaksanaannya.
Pengunjung pameran meningkat setiap tahunnya, berpotensi menjadi wadah kreatif kreator komik yang berkelanjutan.
"Inisiatif ini sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam mengembangkan subsektor ekonomi kreatif, khususnya penerbitan dan komik," ujar Kepala Dinpar DIY Imam Pratanadi kepada wartawan, Senin (14/4/2025).
Menurutnya potensi sumber daya manusia (SDM) komik di DIJ cukup baik. Komik merupakan strategi budaya, ia berharap karya dari kreator komik di DIJ dapat mengangkat budaya dan makanan khas dari DIY.
"Nobita bisa mempopulerkan makanan khas Jepang seperti dorayaki. Naruto bisa mempopulerkan ramen, nah di sini harusnya bisa mempopulerkan gudeg atau bakmi Jawa," terangnya.
Ia menemukan potensi besar dalam penyelenggaraan Comipara. Festival tersebut berpeluang besar menjadi penggerak industri komik di Indonesia.
Ia mencontohkan bagaimana Jepang mampu mendatangkan ratusan ribu pengunjung dalam even komik skala besar. Ia melihat semangat serupa mulai terlihat di DIJ.
“Tahun ini saja, sudah ada peserta dari Jepang dan Singapura. Ini bukti nyata bahwa Comipara bisa menjadi ajang internasional, yang tidak hanya menumbuhkan ekonomi kreatif daerah tapi juga memperluas jaringan industri komik Indonesia ke tingkat global,” bebernya.
Ekosistem Comipara 4 juga membawa misi jangka panjang untuk membangun ekosistem komik yang berkelanjutan.
Melalui kerja sama dengan pemerintah, keterlibatan komunitas, Comipara diharapkan menjadi motor penggerak yang memperkuat posisi Jogja sebagai salah satu pusat komik dan budaya populer di Indonesia.
Ketua Panitia Festival Comipara Fanny Aleutia mengatakan, acara tahunan ini telah terselenggara keempat kalinya.
Setiap penyelenggaraanya, acara tersebut mampu menyedot pengunjung yang signifikan dan selalu meningkat setiap tahunnya.
"Comipara 1 ada 4.800 pengunjung, penyelenggaraan kedua 7.000, ketiga 10.200 dan target tahun ini bisa 10.500 pengunjung," ujarnya.
Acara akan diselenggarakan pada 17–18 Mei 2025 mendatang di Jogja Expo Center (JEC).
Eedisi tahun ini membawa sejumlah gebrakan baru, termasuk kolaborasi strategis dengan Dinpar DIY.
Kerja sama tersebut menandai langkah besar untuk membawa Comipara tidak hanya sebagai ajang budaya, tetapi juga sebagai destinasi wisata kreatif unggulan di Jogjakarta.
“Dengan format yang lebih inklusif, kami ingin menjadikan Comipara sebagai wadah pertukaran ide dan kreativitas yang memperkuat ekosistem komik Indonesia,” tuturnya. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita