JOGJA - Rencana menambah titik Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) harus terkendala kebijakan efisiensi pemerintah pusat. Sehingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja pun hanya mampu membangun tiga titik RTHP
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik DLH Kota Jogja Rina Aryati Nugraha mengatakan, kebijakan efisiensi memang cukup berpengaruh terhadap pembangunan RTHP. Lantaran pada tahun ini sejatinya pemkot berencana menambah lima titik RTHP.
Namun rencana tersebut harus gagal, karena dua proyek pembangunan RTHP terkendala kebijakan efisiensi. Sehingga pemerintah pun hanya mampu membangun tiga titik RTHP.
Adapun tiga titik RTHP yang akan dibangun meliputi RTHP Giwangan RW 11, Giwangan RW 07, Pakuncen RW 06. Sementara yang pembangunannya harus dibatalkan karena efisiensi berada di Prenggan Tegal Gendu RW 11 dan Prenggan RW 04.
“Sebelumnya ada lima titik RTHP yang dibangun pada tahun ini, namun terkena efisiensi dua titik,” ujar Rina saat dikonfirmasi, Senin (14/4/2025).
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, pembangunan RTHP memang menjadi salah satu konsen bagi pemkot. Sebab menurutnya, banyak dari masyarakat yang menginginkan ada ruang publik di wilayahnya.
Hasto menyebut, kehadiran RTHP memang dibutuhkan karena masyarakat ingin tempat untuk melakukan berbagai aktivitas. Misalnya seperti ruang untuk mengasuh anak atau sekedar menghabiskan waktu di sore hari.
Mantan Kepala BKKBN itu pun mengaku miris dengan masih sedikitnya RTHP di Kota Jogja. Bahkan karena kondisi itu, banyak orang tua dan anak-anak yang justru menggunakan tempat-tempat tidak semestinya. Misalnya seperti pinggir rel Stasiun Lempuyangan.
Oleh karena itu, Hasto berkomitmen untuk terus menambah RTHP di Kota Jogja selama lahannya tersedia. Apalagi, biaya untuk membangun RTHP juga tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan proyek pembangunan gedung.
“Di Stasiun Lempuyangan itu orang pada bawa anaknya di di situ kan. Aduh, saya terenyuh itu saking tidak adanya tempat untuk publik. Jadi saya akan terus menambah RTHP,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin