Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peredaran Uang Ramadan dan Idul Fitri 2025 di DIY Turun 21 Persen, Warga Lebih Pilih Cashless: Ini Alasannya..

Gregorius Bramantyo • Jumat, 11 April 2025 | 12:50 WIB

Ilustrasi metode pembayaran cashless atau menggunakan uang elektronik.
Ilustrasi metode pembayaran cashless atau menggunakan uang elektronik.


JOGJA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY mencatat adanya penurunan peredaran uang pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2025 dibanding tahun sebelumnya.

Situasi itu salah satunya dipengaruhi oleh kecenderungan masyarakat yang makin memilih transaksi digital nontunai.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Hermanto mengatakan, peredaran uang selama periode Ramadan dan Idulfitri 2025 tercatat sebesar Rp 4,60 triliun.
 
Baca Juga: Amerika Serikat Masih Jadi Tujuan Ekspor Terbesar DIY: Bahan Anyaman Masih Jadi Komoditas Unggulan ke Pasar Internasional
 
Angka ini turun sekitar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai Rp 5,8 triliun.

"Realisasi penukaran uang oleh masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2025 sebesar Rp 43,9 miliar," kata Hermanto, Kamis (10/4/2025).

Menurutnya, salah satu faktor utama penurunan ini adalah pergeseran perilaku masyarakat yang kini lebih memilih metode pembayaran digital.
 
Hal ini terlihat dari lonjakan signifikan pada transaksi digital, khususnya menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) dan uang elektronik.

Baca Juga: Kaesang Pangap Minat Investasi di Kebumen Bakal Jajaki Sektor Pariwisata, Lirik Kawasan Pantai Selatan
 
“Kondisi ini antara lain disebabkan oleh preferensi masyarakat yang semakin banyak menggunakan transaksi nontunai secara digital,” ungkapnya.

Data BI DIY menunjukkan bahwa nominal transaksi menggunakan QRIS di DIY pada Januari hingga Februari 2025 mencapai Rp 6,79 triliun.
 
Angka tersebut melonjak 274,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 1,81 triliun.

Baca Juga: Sambut Hari Jadi ke-1.119, Pemkot Ziarah ke Makam Pemimpin Terdahulu hingga Gelar Tasyakuran
 
Tak hanya itu, transaksi menggunakan uang elektronik juga mengalami peningkatan. Yakni dari Rp 1,58 triliun pada Januari hingga Februari 2024.
 
Lalu menjadi Rp 1,74 triliun pada periode yang sama di tahun 2025.
 
“Jumlahnya naik sebesar 10,1 persen,” ujar Hermanto.
 
Baca Juga: Kejati DIY Lakukan Penyelidikan Pengadaan Bandwidth Kominfo Sleman, Sudah Periksa 14 Saksi

Ketua Komtap Organisasi dan Keanggotaan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY, Y Sri Susilo mengatakan, menurunnya peredaran uang pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2025 juga disebabkan oleh daya beli masyarakat yang melemah.
 
Sudah terindikasi sejak pertengahan tahun 2024. Di mana pada saat itu jumlah kelas menengah menurun.
 
“Itu berlangsung dan terus terdeteksi lagi, diperkuat dengan fenomena menjelang Lebaran dan lebaran tahun ini,” katanya.
 
Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan Puluhan Pohon Tumbang dan Genting Berterbangan di Sleman, Paling Banyak di Kapanewon Minggir
 
Dia mengatakan, ada aktivitas konsumsi yang turun, di mana hal itu identik dengan daya beli yang juga turun.
 
Menurutnya, penyebabnya tidak lepas dari kondisi ekonomi mikro dan makro yang ada saat ini. Masyarakat juga lebih berhati-hati dalam pengeluaran dengan menambah saving mereka.
 
“Jadi ada istilahnya menambah saving untuk jaga-jaga atau precautionary saving,” jelasnya. (tyo)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#penurunan peredaran uang #peredaran uang #uang elektronik #cashless #idul fitri #ramadan #BI DIY