Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kusir Andong Wajib Bawa Pewangi dan Air, Antisipasi Bau Pesing Kotoran Kuda, Ternyata Bau Pesing di Malioboro Tak Hanya dari Kuda Saja

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 10 April 2025 | 18:14 WIB
Petugas melakukan penyemprotan di tempat parkit andong di Malioboro
Petugas melakukan penyemprotan di tempat parkit andong di Malioboro

JOGJA - Paguyuban Kusir Andong Yogyakarta memberikan tanggapan terkait permasalahan bau pesing di Jalan Malioboro. Aturan anggota paguyuban mewajibkan kusir selalu membawa pewangi dan air untuk mengantisipasi adanya bau dari kotoran maupun kencing kuda. 

"Kalau di paguyuban kami sudah ada aturan semua andong harus wajib membawa pewangi cuci itu dan air, selagi membuang kotoran itu kami siram pakai pewangi dan air," ujar Ketua Paguyuban Kusir Andong Yogyakarta Purwanto saat dikonfirmasi, Kamis (10/4/2025). 

Menurutnya bau pesing yang ditimbulkan di beberapa titik Jalan Malioboro tak hanya berasal dari kuda. Seperti bau yang ada di belakang halte bus, ia menduga bukan berasal dari kuda. 

"Kemarin juga ditanya UPT (PKCB), kenapa pesing, ya itu kan ada (salah satu titik) pesing di belakang halte, kalau kuda kan enggak mungkin di belakang halte kan ya," tuturnya. 

Namun ia tidak memungkiri bahwa memang kencing dan kotoran kuda juga menjadi penyebab bau pesing yang timbul di titik yang berbeda. Menurutnya, kewajiban membawa pewangi dan air untuk menyemprot kotoran menjadi salah satu pertanggung jawaban para supir andong dalam mengatasi permasalahan tersebut. 

"Tapi kalau saya tidak melulu menyalahkan orang lain, kan nanti kami (terkesan) enggak bertanggung jawab nanti," terangnya. 

Pemerintah Kota Jogja juga telah memfasilitasi pemberian kran air di setiap area parkir andong sepanjang Jalan Malioboro. Itu untuk memudahkan kusir andong dalam membersihkan kotoran kuda yang tercecer di tempat parkir. 

"Sudah ada di setiap cekungan milik andong itu, pasti sudah ada kerannya itu. Itu fungsinya untuk itu," bebernya. 

Dari pihak paguyuban juga rutin menggelar kerja bakti setiap minggu untuk pembersihan. Terlebih Jalan Malioboro menjadi ikon Yogyakarta dan daya tarik wisatawan. 

"Menjadi tanggung jawab kami untuk mendukung semua program pemerintah yang dianjurkan," tegasnya. 

Menanggapi soal pembahasan popok kuda yang muncul dari Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, ia menyambut baik rencana tersebut. Namun dirinya belum mengetahui konsep detailnya seperti apa. 

"Saya juga belum ketemu bapak wali kota terkait pembahasan itu," terangnya. 

Sepengetahuannya, wali kota sebelumnya juga telah menginisiasi adanya kantong kotoran kuda, seperti yang saat ini telah terpasang di setiap andong. Kantong tersebut untuk penampungan kotoran kuda saat beroperasional. 

"Tapi kami belum tahu dengan Bapak Hasto ini mau yang gimana," jelasnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#hasto wardoyo #Jalan Malioboro #kuda Malioboro #Andong Malioboro #Wali Kota Jogja #bau pesing #Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo #Malioboro