JOGJA - Peran serta masyarakat menjadi unsur penting dalam upaya penanganan masalah sampah di Kota Jogja. Oleh karena itu, Subagyo akan terus menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya pemilahan sampah dari rumah.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja itu mengatakan, permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun peran serta masyarakat untuk memilah sampah dari rumah menjadi unsur penting. Sebab sampah dapat direduksi dari sumbernya.
Baca Juga: Mengenal Pedangdut Yupi Yupita, Paling Sering Diminta Nyanyi 'Sigar' Milik Deny Caknan
Oleh karena itu, Subagyo menegaskan, upaya sosialisasi tentang pemilahan sampah akan terus dilakukan oleh Komisi C DPRD Kota Jogja. Agar kemudian bisa tercipta budaya memilah sampah di masyarakat.
Dia menyebut, budaya memilah sampah juga akan berdampak positif tidak hanya bagi lingkungan. Namun juga dapat membawa pengaruh baik bagi kesehatan maupun perekonomian masyarakat.
Memilah sampah, lanjutnya, adalah tindakan nyata yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan. “Sehingga masyarakat harus didorong agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan,” ujar Subagyo Selasa (8/4).
Politisi PDI Perjuangan ini menyatakan, tindakan pemilahan sampah oleh masyarakat Kota Jogja bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya untuk sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos atau pakan ternak. Kemudian sampah anorganik bisa diolah lewat ratusan bank sampah yang sudah tersedia.
Baca Juga: Dipusatkan di Banyuurip, Panen Raya di Purworejo Gunakan Combine Harvester
Lebih dari itu, dengan pemilahan sampah juga akan memudahkan proses daur ulang. Sebab sampah yang sudah dipilah berdasarkan jenisnya tentu akan mempermudah proses pengolahan yang dilakukan oleh pemerintah maupun stakeholder terkait.
Menurutnya, program pemilahan sampah dari rumah juga akan mengurangi pencemaran lingkungan. Lantaran sampah yang hanya dibiarkan menumpuk pada depo atau tempat pembuangan sampah akan menghasilkan lindi yang dapat mencemari tanah maupun air tanah.
Kemudian sampah yang hanya dibiarkan menumpuk juga akan menimbulkan pencemaran udara. Kondisi tersebut tentu akan mengganggu aktivitas masyarakat. Serta berdampak buruk bagi kesehatan karena dapat menjadi tempat perkembangbiakan lalat, tikus, dan nyamuk yang menyebarkan berbagai jenis penyakit.
Oleh karena itu, Subagyo pun berkomitmen akan terus menggencarkan upaya sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga di masa mendatang, pemilahan sampah bisa benar-benar menjadi budaya bagi masyarakat Kota Jogja.
“Memilah sampah bukan hanya tindakan sederhana, tetapi memiliki dampak yang besar dan positif bagi keberlangsungan lingkungan, kesehatan, dan perekonomian. Langkah penting menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan,” tegas anggota dewan yang berangkat dari Dapil 1 Kota Jogja ini. (*/inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita