JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat ada puluhan laporan dari wisatawan yang mengalami masalah kesehatan.
Jumlah itu tercatat dari wisatawan yang memanfaatkan pelayanan posko kesehatan sepanjang masa libur panjang lebaran.
Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, sepanjang masa libur lebaran dari tanggal 25 Maret hingga 7 April 2025 pihaknya mencatat ada 33 wisatawan yang memanfaatkan layanan posko kesehatan.
Keluhan masalah kesehatannya pun terbilang cukup beragam.
Dari data Dinkes Kota Jogja, banyak wisatawan yang hanya sekedar mengecek tekanan darah pada atau tensi.
Kemudian ada yang mengeluh diare, mengalami luka ringan, mengeluh pusing dan dehidrasi, hingga meminta penggantian perban pasca operasi.
Meskipun permasalahan kesehatannya beragam, Emma memastikan, para wisatawan yang datang ke posko tetap dilayani dengan baik.
Beberapa di antaranya bahkan diberikan obat-obatan dan mendapatkan rawat jalan selama di posko.
“Selain itu, wisatawan yang memanfaatkan layanan posko kesehatan juga kami berikan edukasi tentang permasalahan kesehatannya,” ujar Emma saat dikonfirmasi, Senin (7/4/2025).
Adapun posko kesehatan milik Dinkes Kota Jogja didirikan pada tiga titik lokasi yang bersamaan dengan posko pengamanan.
Meliputi di Titik Nol Kilometer, Abu Bakar Ali (ABA), dan Tugu Pal Putih yang dipusatkan di Puskesmas Jetis.
Dalam posko kesehatan tersebut, Emma menyebut, pihaknya dapat melayani Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) hingga kedaruratan.
Termasuk bersiaga jika sewaktu-waktu ada permintaan dari masyarakat melalui Public Service Centre (PSC) atau Yogya Emergency Service (YES) 119.
Dalam layanan PSC YES 119, dikatakannya, juga ada pemberian jaminan perawatan di IGD jika terjadi kecelakaan atau mengalami kondisi kegawatdaruratan Biayanya pun akan ditanggung pemerintah melalui program jaminan kesehatan daerah dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dari luar warga Kota Jogja.
“Untuk kasus kecelakaan lalu lintas kami catat ada satu kasus di posko ABA. Penanganannya kami beri perawatan luka dan obat oral,” beber Emma.
Secara terpisah, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menegaskan, kehadiran posko kesehatan sangat penting selama masa libur panjang lebaran.
Sebab hal itu merupakan bentuk pemberian pelayanan kepada wisatawan agar mereka merasa aman selama berkunjung ke Kota Jogja.
“Layanan-layanan terkait arus balik dan kedatangan pemudik harus disiapkan,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin