JOGJA - Pemkot Jogja terus menggencarkan penanganan sampah liar, salah satunya dengan mendirikan posko darurat sampah di titik-titik rawan.
Posko tersebut dijaga oleh petugas linmas untuk mencegah warga membuang sampah sembarangan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, sebelum Lebaran, pihaknya telah melakukan pembersihan total di 14 depo besar.
Setelah itu, fokus beralih ke pengendalian sampah liar. Menurutnya, keberadaan posko darurat cukup efektif menekan kebiasaan buruk masyarakat, meskipun masih ditemukan tumpukan sampah di beberapa lokasi khususnya di pinggir-pinggir jalan.
“Namun kami melihat ada peningkatan kesadaran warga,” ujar Hasto disela peninjauan posko darurat sampah belum lama ini.
Dalam berjalannya program posko darurat sampah dan penanganan sampah liar, orang nomor satu di Kota Jogja itu juga menekankan tentang pentingnya ketegasan petugas. Yakni dengan menangkap para pelaku dan membawanya ke kantor Satpol PP Kota Jogja untuk dibina.
Namun, meski harus bertindak tegas, Hasto berharap tidak ada tindak kekerasan atau perlakuan kurang manusiawi kepada pelaku pembuangan sampah liar.
Sebab setelah mereka dibina akan langsung ditangani oleh pengurus kampung seperti RT/RW.
“Saya melihat ada petugas yang masih kurang tegas. Jangan melankolis,” pesannya.
Salah satu petugas posko Jaka Handoyo mengakui, sebagian masyarakat masih membuang sampah sembarangan, terutama saat dini hari.
Ia mengaku sempat menghadapi warga yang bersikap keras kepala dan enggan ditegur.
Sehingga petugas pun sungkan memberi tindakan tegas kepada pelaku pembuang sampah liar.
“Kadang saya tegur malah lebih galak dan punya profesi. Saya harap kesadaran warga meningkat, sehingga tidak perlu kami tindak tegas atau berdebat,” ujar petugas posko darurat sampah di wilayah Giwangan ini. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita