JOGJA – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY menilai kunjungan ke mal dan pusat perbelanjaan DI DIY selama libur Lebaran 2025 cukup mirip dengan lebaran sebelumnya.
Meskipun tidak ada kenaikan yang signifikan. Aktivitas di mal tetap menunjukkan hasil yang positif, terutama pada sektor restoran yang dipenuhi pengunjung.
Ketua APPBI DIY Surya Ananta mengatakan, pihaknya melihat tingkat kunjungan ke mal dan pusat perbelanjaan masih cukup bagus.
Restoran di mal hampir semuanya full booked, sementara tingkat belanja non-resto relatif stabil.
“Jadi (jumlah kunjungan) tidak terlalu lompat, ada juga yang meningkat. Variatif sekali, animonya masih cukup bagus,” katanya, Sabtu (5/4/2025).
Dia menjelaskan, tenant restoran di mal selama bulan ramadan memang sangat ramai.
Terutama untuk acara buka bersama. Meskipun aktivitas siang hari terbilang lebih sepi, area restoran semakin ramai pada sore hari dan kondisi tersebut berlangsung hingga masa libur lebaran.
Surya menyampaikan, dibandingkan dengan hari normal, kunjungan ke mal selama libur Lebaran 2025 mengalami kenaikan sekitar 50 persen.
Hal ini hampir dua kali lipat dibandingkan dengan kunjungan pada hari biasa.
Meski ada isu penurunan daya beli masyarakat secara makro, kata dia, pengaruhnya terhadap pusat perbelanjaan masih belum terlalu signifikan.
“Kalau secara mikro di pusat belanja masih belum terlalu berpengaruh besar,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan kunjungan ke mal selama libur Lebaran 2025 ini tercatat lebih lambat dibandingkan dengan libur lebaran tahun lalu.
Pada tahun sebelumnya, pusat perbelanjaan mulai ramai jauh-jauh hari sebelum lebaran.
"Tahun ini, pergerakan lebih mendekati lebaran, mungkin karena dipengaruhi oleh aturan libur bagi pekerja, saya menduga itu," ujarnya.
Baca Juga: Libur Lebaran Akan Usai, Jalanan Terlihat Lengang, Ternyata Puncak Arus Balik Terjadi Pada Hari…
Dia menilai, sektor restoran masih menjadi daya tarik utama. Terutama dengan adanya momen ramadan yang mendukung.
Sedangkan tenant non-restoran memanfaatkan program promo dan diskon untuk menarik pengunjung.
Beberapa tenant bahkan melakukan program late night shopping. Serta meluncurkan produk baru dengan diskon menarik.
“Ditambah dengan cairnya THR. Jadi ada banyak faktor pendukung yang menahan supaya tidak terlalu turun kunjungannya,” jelas Surya.
Sementara jika dibandingkan dengan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu, tingkat kunjungan ke mal pada libur lebaran kali ini mengalami sedikit peningkatan.
Surya menyebut, ada pertumbuhan sekitar 10-20 persen jika dibandingkan dengan libur Nataru kemarin.
“Lebih tinggi yang lebaran ini, tetap ada pertumbuhan meskipun jarak libur Nataru dan lebaran ini berdekatan,” tuturnya. (tyo)
Editor : Winda Atika Ira Puspita