JOGJA - Secara garis besar, momen lebaran selain digunakan untuk bersilaturahmi, juga dimanfaatkan untuk tujuan wisata. DIY sendiri jadi salah satu wilayah, yang secara pola cukup menjadi prioritas tujuan wisata bagi masyarakat Indonesia.
Menyoroti hal tersebut, dosen prodi bisnis perjalanan wisata sekolah vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi menyampaikan, kendati DIY cukup dikenal dengan destinasi wisata yang beragam dan masif, namun dari pihak pemerintah hingga stakeholder pariwisata juga tidak boleh besar kepala.
Baca Juga: Berada di Pusat Kota Purworejo, Target PAD dari Art Center Hanya Rp 75 Juta
"Harus tetap menyiapkan dan memperhatikan seluruh aspek. Jangan jumawa karena selama ini selalu jadi pilihan wisata," katanya, Kamis (3/4).
Ghifari menuturkan, bahwa ada banyak permasalahan kompleks yang berkaitan dengan sektor wisata, dan hal tersebut perlu mendapat perhatian serius, sekaligus dicarikan solusinya.
Ia berpandangan, beberapa hal kompleks tersebut meliputi, kepadatan pengguna jalan yang menyebabkan kemacetan, potensi timbulan sampah karena tingginya mobilitas sosial, hingga lahan parkir yang terbatas di sebagian titik, apalagi titik sentral area kota.
"Belum lagi soal harga yang umumnya naik atau Nuthuk, itu juga perlu jadi perhatian serius," paparnya.
Menurutnya, hal-hal tersebut memiliki dampak dan jadi sebuah rasionalisasi bagi para wisatawan, untuk akhirnya memutuskan berkunjung ke DIY, atau mengubah tujuan destinasinya.
Baca Juga: Perayaan Lebaran di Magelang, Gerebek Kupat Berisi Uang Rp 100 Ribu hingga Voucher Wisata
Ghifari mengkhawatirkan, jika berbagai permasalahan tersebut tidak kunjung dicarikan solusinya. Bukan tidak mungkin DIY juga akan kehilangan pangsa pasar wisatawan.
Apalagi, ia mengamati bahwa berbagai kota di sekitar DIY juga kian banyak yang berbenah, termasuk memajukan sektor pariwisata nya.
"Tantangannya kian nyata, banyak kota yang semakin serius menata dan mempersiapkan. Beberapa kota di Jawa Tengah, seperti Solo, Magelang," bebernya.
Sementara itu, salah satu wisatawan asal Tangerang Andi Wijaya mengungkapkan, bahwa Jogja secara garis besar masih masuk dalam daftar kota yang ingin disambangi, namun bukan satu-satunya.
Baca Juga: Perayaan Lebaran di Magelang, Gerebek Kupat Berisi Uang Rp 100 Ribu hingga Voucher Wisata
"Tahun-tahun sebelumnya cuma ke Jogja. Tapi sekarang coba ke Purwokerto juga. Malah yang lebih utama ke Purwokerto," bebernya.
Andi memaparkan, salah satu hal yang membuatnya mencari opsi kota lain di luar Jogja adalah, mobilitas sosial yang teramat tinggi dan padatnya pengguna jalan saat momen libur.
"Karena terlalu ramai, jadi saya malah kurang nyaman wisatanya. Akhirnya coba eksplor kota lain yang tidak seramai Jogja," tandasnya. (iza)