JOGJA - Dinas Pariwisata Kota Jogja bakal membentuk 45 kelurahan yang ada di Kota Jogja sebagai kampung wisata.
Upaya itu dilakukan sebagai salah satu bentuk komitmen dalam quick wins yang sudah disepakati dengan kepala daerah.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jogja Muhammad Zandaru mengatakan, untuk saat ini Kota Jogja sudah memiliki 25 kampung wisata.
Sehingga pihaknya masih memiliki PR untuk membentuk 20 kampung wisata, karena total kelurahan di Kota Jogja mencapai 45 titik.
Menurut Zandaru, program pembentukan 45 kampung wisata itu juga merupakan salah satu kesepakatan dalam quick wins selama 100 hari pertama kerja wali kota.
Yakni sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi yang ada di setiap kampung.
Kehadiran kampung wisata itu, juga agar para wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja tidak selalu terpusat di kawasan Tugu Malioboro dan Keraton (Gumaton).
Sekaligus menjadi upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan paket- wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.
“Muara dari pembentukan itu adalah nantinya kesejahteraan masyarakat di kampung wisata, melalui paket-paket wisata yang nanti dibentuk,” ujar Zandaru saat ditemui Sabtu (22/3/2025).
Zandaru mengungkap, kehadiran kampung wisata juga sudah terbukti ampuh untuk meningkatkan masyarakat.
Contohnya di Kampung Wisata Purbayan yang menjadi juara dua nasional Anugerah Desa Wisata Nasional dan sempat dikunjungi Sandiaga Uno yang menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada saat itu.
Kemudian juga Bendhung Lepen di Kampung Wisata Giwangan yang mampu menghidupi masyarakatnya.
Melalui pengelolaan agrowisata dan kunjungan wisatawan ke kampung tersebut.
Zandaru berharap, dengan terbentuknya kampung wisata di seluruh kelurahan nantinya bisa membuat masyarakat untuk mandiri.
Di satu sisi dampaknya juga akan membuat destinasi pariwisata di Kota Jogja semakin bervariasi.
Menurutnya, agar kampung-kampung wisata bisa tetap bertahan dan beroperasi maksimal tentu perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sebab kunci utama pengelolaan kampung wisata adalah sistem kepengurusan yang baik.
Terpisah, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan sudah berdiskusi dengan para pelaku wisata dan budaya agar ada ikon dan destinasi baru di Kota Jogja.
Sehingga dia pun berencana menciptakan kampung tematik berbasis toponimi wilayah. Misalnya seperti Kampung Pandeyan dengan profesi pandai besinya.
Menurut Hasto, Kota Jogja memiliki banyak tempat-tempat bersejarah.
Sehingga tentu tidak sulit untuk membangun kampung tematik.
Namun dalam mewujudkan hal itu, tentu perlu upaya penggalian nilai-nilai yang ada di sebuah kampung. “Kita bisa menciptakan kampung tematik berbasis toponimi,” tegasnya. (inu/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita