JOGJA – Sekitar 1,5 juta kendaraan pemudik diperkirakan akan memasuki DIY selama mudik Idul Fitri 1446 H.
Mengantisipasi lonjakan arus kendaraan, Polda DIY telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengatasi potensi kepadatan termasuk pemantauan lalu lintas dan rekayasa jalan.
Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Yuswanto Ardi mengatakan, pemantauan dilakukan menggunakan kamera CCTV di tiga titik strategis untuk kendaraan masuk dan satu titik untuk kendaraan keluar.
Data dari pemantauan ini akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan terkait rekayasa lalu lintas.
“Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara dinamis, sesuai dengan tingkat kepadatan di titik-titik krusial,” katanya.
Meskipun jumlah kendaraan yang masuk ke DIY terbilang besar dengan total 1,5 juta kendaraan, pergerakannya terjadi bertahap.
Ini dipengaruhi oleh kebijakan work from anywhere (WFA) yang memperpanjang periode libur dan memberi fleksibilitas kepada pemudik dalam menentukan waktu perjalanan.
Sebagai bagian dari kesiapan infrastruktur, tol Jogja-Solo hingga Exit Tol Tamanmartani dibuka secara fungsional mulai 24 Maret 2025.
Namun, Ardi mengingatkan bahwa tol ini masih minim fasilitas.
"Tol fungsional berarti hanya bisa dilewati, beberapa fasilitasnya masih belum lengkap. Tol ini juga hanya dapat digunakan pada siang hari karena keterbatasan penerangan," jelasnya.
Untuk itu, Ardi juga mengimbau para pemudik untuk mempertimbangkan jalur alternatif.
Terutama karena kapasitas jalan di Exit Tol Tamanmartani jauh lebih kecil dibandingkan dengan kapasitas jalan tol.
Exit tol ini mengarah ke Jalan LPMP yang merupakan jalan tingkat kabupaten dengan kapasitas yang jauh lebih terbatas. Kondisi ini bisa menyebabkan kepadatan di sekitar area tersebut.
“Kami menyarankan pemudik yang tidak perlu keluar di Tamanmartani untuk memilih Exit Tol Prambanan sebagai alternatif," imbau Ardi. (tyo/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita