JOGJA - Jajaran kepolisian di Yogyakarta menaruh perhatian lebih saat malam takbiran. Sebab, potensi kerawanan dan gangguan ketertiban kerap terjadi ketika malam terakhir di bulan Ramadan itu.
Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma mengatakan, saat malam takbiran pihaknya akan menyekat pintu-pintu masuk yang mengarah ke Kota Jogja.
Sekaligus melakukan koordinasi dengan kepolisian di kabupaten perbatasan untuk melakukan pengamanan.
Menurut Aditya, upaya itu dilakukan untuk menghalau konvoi takbiran dari kabupaten di luar Kota Jogja.
Sebab potensi gangguan lalu lintas dan gesekan akan sangat mungkin terjadi ketika ada konvoi takbiran dari luar daerah yang masuk ke perkotaan.
Dia menyatakan, kepolisian juga telah menerima informasi bahwa beberapa masjid di Kota Jogja juga akan melaksanakan takbir keliling.
Sehingga larangan takbir dari luar kabupaten itu sejatinya bertujuan untuk mencegah lebih parahnya kemacetan.
“Kalaupun nanti ada yang lolos akan kami kejar untuk kami suruh untuk putar balik,” ujar Aditya, Minggu (23/2/2025).
Selain melarang konvoi takbiran dari luar masuk Kota Jogja, perwira polisi dengan tiga melati di pundak itu juga menaruh perhatian terhadap kendaraan takbir yang berlebihan.
Misalnya dengan sound system yang terlalu berisik atau memainkan musik tidak sesuai tema Ramadan.
Aditya menyampaikan, pelaksanaan takbiran seajatinya harus dilaksanakan tertib dan penuh suka cita.
Sehingga penggunaan pengeras suara yang berlebihan atau horeg tentu akan mengganggu kenyamanan di masyarakat.
“Kami menjaga jangan sampai ada kendaraan-kendaraan yang seperti itu karena merusak suasana takbir,” katanya.
Terpisah, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta masyarakat tetap mengelola sampah selama malam takbir hingga salat Idul Fitri.
Misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan atau menggunakan salat begitu saja.
Hasto berharap, setelah masyarakat selesai melaksanakan ibadah segala bentuk sampah seperti alas salat lebih baik dibawa pulang atau dibuang pada tempatnya. Sehingga tidak mengotori lapangan dan menambah beban petugas kebersihan.
“Saya berharap agar ketika berdiri (salat Id selesai) semua sudah bersih. Saya akan berkoordinasi dengan panitia-panitia salat Id yang menggunakan lapangan, agal hal itu terwujud,” terang Hasto. (inu/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita