Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jogja Istimewa, Tapi PHK pun Luar Biasa: Catatan Apindo DIY, Sleman dan Kulon Progo Tertinggi

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 27 Maret 2025 | 23:20 WIB
Angka PHK tahun 2025 makin meningkat di Kota Jogja.
Angka PHK tahun 2025 makin meningkat di Kota Jogja.

RADAR JOGJA - Angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Data dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DIY mencatat hingga September 2024, sekitar 1.700 pekerja terkena PHK yang berasal dari sekitar 75 perusahaan di DIY.

Kabupaten Sleman dan Kulon Progo menjadi daerah dengan jumlah PHK tertinggi.

Sebelumnya, hingga Agustus 2024, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY melaporkan 636 pekerja terkena PHK.

Rinciannya, 39 pekerja di Kota Yogyakarta, 156 di Kabupaten Sleman, 9 di Kabupaten Bantul, 427 di Kabupaten Kulon Progo, dan 5 di Kabupaten Gunungkidul.

Di Kota Yogyakarta sendiri, hingga Maret 2025, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) mencatat 30 pekerja mengalami PHK menjelang Lebaran.

Jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 100 pekerja.

Penyebab PHK bervariasi, termasuk efisiensi perusahaan, pelanggaran aturan, hingga penutupan usaha.

Menanggapi situasi ini, Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta memberikan fasilitas berupa jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) bagi pekerja yang terkena PHK.

Kepala Bidang Kesejahteraan dan Hubungan Industrial Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Pipin Ani Sulistiati, menjelaskan bahwa pihaknya berupaya memastikan kesejahteraan pekerja yang terdampak melalui program tersebut.

Peningkatan angka PHK ini juga mendapat perhatian dari akademisi.

Pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Hempri Suyatna, menilai bahwa lonjakan PHK merupakan dampak dari pelemahan ekonomi global dan derasnya produk impor yang masuk ke Indonesia.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi serius untuk membantu pekerja yang terdampak.

Secara keseluruhan, meskipun terjadi peningkatan angka PHK di DIY, pemerintah daerah melalui Dinsosnakertrans dan berbagai pihak terkait terus berupaya memberikan dukungan dan solusi bagi pekerja yang terdampak, termasuk melalui program jaminan kehilangan pekerjaan dan pelatihan keterampilan baru. (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Dinsosnakertrans Kota Jogja #pelemahan ekonomi global #PHK #DIY #Jogja