RADAR JOGJA - Tak sama dengan daerah lain seperti Pemdaprov Jabar, Pemda DIY memutuskan untuk tidak akan menerapkan work from anywhere (WFA) saat masa jelang libur Lebaran tahun 2025.
Pada mulanya, ada rencana mengikuti arahan pusat untuk WFA, namun Pemda DIY memilih untuk tetap mengutamakan pelayanan pada masyarakat.
Pemerintah setempat berkomitmen untuk memaksimalkan pelayanan terlebih pada jutaan orang yang diprediksi mengunjungi DIY saat libur Lebaran.
Melansir akun Instagram @humasjogja, Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono saat ditemui di Kompleks Kepatihan belum lama ini.
Beny menuturkan, keputusan tidak menerapkan WFA diambil berdasarkan kesepakatan para sekretaris daerah di semua kabupaten/kota se-DIY.
"Kami sepakat tidak mengambil langkah untuk WFA. Prediksinya, kurang lebih akan ada 6juta pengunjung yang masuk ke DIY.
Karena itu, kami sebagai tuan rumah tidak boleh WFA. Kami tidak menerapkan itu untuk melayani masyarakat," ujarnya.
Selain itu, Beny beranggapan bahwa libur Lebaran dan ditambah cuti bersama yang ditetapkan pemerintah pusat, dinilai sudah cukup untuk para pegawai Pemda DIY merayakan lebaran bersama keluarga, beristirahat maupun berlibur.
Sebagaimana pemerintah pusat yang menetapkan kebijakan WFA bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri pada 24-27 Maret 2025 mendatang.
Kebijakan ini ditetapkan untuk mendukung efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat.
Merespon hal tersebut, Beny berpendapat di momen libur Nyepi dan Lebaran yang berurutan di tahun ini kesempatan emas untuk meningkatkan perekonomian DIY. (Umi Jari Widayah)
Editor : Meitika Candra Lantiva