Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jukir TKP Abu Bakar Ali Sebut Belum Terima Sosialisasi Pembongkaran, Berharap Direlokasi ke Lahan Bekas Teras Malioboro 2

Gregorius Bramantyo • Minggu, 23 Maret 2025 | 01:15 WIB

 

 

LENGANG: Suasana Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) Sabtu (22/3).
LENGANG: Suasana Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) Sabtu (22/3).

JOGJA - Juru parkir (jukir) di Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) menyebut belum ada sosialisasi soal pembongkaran TKP ABA dari pihak terkait. Jika pembongkaran tetap dilakukan, mereka berharap direlokasi ke lahan bekas Teras Malioboro (TM) 2 yang berada di sebelah selatan Hotel Inna Garuda.

Salah satu jukir TKP ABA Kisworo mengatakan, hingga saat ini mereka hanya mendengar desas-desus mengenai pembongkaran tanpa adanya informasi yang jelas. Para jukir belum menerima sosialisasi dan pemberitahuan resmi.

“Cuma desas-desus dari sesama jukir. Belum ada pemberitahuan, jadi kami cuma bisa menunggu," ujarnya saat ditemui Sabtu (22/3).

Dia menyebut, jika pembongkaran tetap dilakukan, para jukir berharap dapat direlokasi ke lahan parkir yang lain. Sebab jika tidak direlokasi, para jukir akan kesulitan mencari nafkah. “Kalau nggak direlokasi ya nganggur nanti,” katanya.

Kisworo menambahkan, pekerjaan sebagai jukir sudah cukup berat. Bekerja hanya dua hari sekali. Pada hari biasa hanya bisa mendapatkan rata-rata Rp 20 ribu per hari.

Bahkan saat ada aksi demonstrasi pun, rata-rata jukir hanya mengantongi Rp 40 ribu per hari. “Andai kata mau dibongkar, minimal kami harus direlokasi juga. Harapannya dipindah ke bekas TM 2. Di situ ramai juga,” ucapnya.

Selain itu, dia juga khawatir dengan dampak pembongkaran TKP ABA terhadap sektor pariwisata di Jogja. Khususnya Malioboro yang dikenal sebagai jantung pariwisata Kota Jogja. Menurutnya, jika TKP ABA dibongkar, maka bus pariwisata akan kesulitan mencari tempat parkir jika hendak mengantar wisatawan ke Malioboro.

Koordinator jukir TKP ABA Wito mengungkapkan, dirinya sudah mendengar rencana pembongkaran TKP ABA sejak lama. Namun dia baru mengetahui bahwa pembongkaran akan dilaksanakan pada April mendatang. "Informasi (pembongkaran, Red) sudah ada sejak dua tahun lalu," kata Wito.

Namun, dia menyatakan bahwa dirinya belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait jadwal pasti dan tempat relokasi yang akan disediakan. “Belum ada (sosialisasi soal kepindahan, Red), lokasi baru juga belum tahu," tambahnya.

Wito menjelaskan, di TKP ABA ada dua kelompok shift jukir yang berganti setiap harinya. Total anggota di setiap shift mencapai puluhan orang. Dia berharap pemerintah memperhatikan nasib para jukir.

"Kalau hari libur pendapatan dari bus lumayan, kalau motor tetap sama. Rata-rata per orang Rp 50 ribu per hari," jelasnya.

Dia juga berharap, jika ada relokasi, tempat baru tersebut memungkinkan mereka tetap bekerja. "Kalau bisa, minta dipindah ke bekas lahan TM 2, karena masih dekat Malioboro juga," tambahnya.

Dari pantauan Radar Jogja Sabtu (22/3) siang, kondisi TKP ABA di lantai dua untuk parkir motor tampak cukup lengang. Hanya ada puluhan motor yang terparkir. Kendaraan menumpuk di sisi timur dan barat lantai dua.

Bagian tengah juga tampak lengang. Sementara itu, lapak dagangan dan kios-kios yang berjejer di sisi utara TKP ABA juga tampak tutup. Hanya ada satu toko kelontong di ujung barat yang buka.

Di kawasan Ketandan, kapasitas parkir cukup luas untuk menampung bus-bus besar. Meski begitu, masih perlu penataan parkir lebih lanjut. “Parkiran Ketandan sudah kami fungsikan, makanya sewa (TKP ABA, Ref) diperpanjang. Nanti (kapasitas, Red) akan diatur,” kata Sekretaris Provinsi DIY Beny Suharsono.

Soal keberadaan pedagang di TKP ABA, Beny menyebut itu masih menjadi kewenangan Pemkot Jogja untuk menatanya. Dia memastikan, Pemkot Jogja sudah punya alternatif tempat untuk pemindahan pedagang.

Dia menjelaskan, TKP ABA berdiri di atas tanah Kasultanan yang dipinjam pakai oleh Pemerintah Kota Jogja. Batas maksimal pengembaliannya adalah Mei 2025.

“Bulan April-Mei sudah harus dikembalikan ke yang punya lahan. Setelah itu direncanakan jadi RTH untuk mendukung pengembangan sumbu filosofi," jelasnya. (tyo/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Abu Bakar Ali #Beny Suharsono #ruang terbuka hijau #TKP ABA #Inna Garuda #pembongkaran #Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) #Pemkot Jogja #sosialisasi #UNESCO #jukir #DIY #Sekretaris Provinsi #Teras Malioboro (TM) 2 #Sumbu Filosofi #sumbu filosofi Jogjakarta #juru parkir #Malioboro #sektor pariwisata #Jogja