JOGJA - Kota Jogja mungkin patut berbangga, sebab Pasar Prawirotaman mendapatkan apresiasi dari Kementerian Perdagangan.
Bahkan yang beralamat di Jalan Parangtritis, Mergangsan itu digadang-gadang menjadi percontohan pasar tradisional di seluruh Indonesia.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, Pasar Prawirotaman dapat menjadi percontohan bagi pasar-pasar lain di Indonesia.
Khususnya dalam hal peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur.
Menurut Dyah, Pasar Prawirotaman juga merupakan salah satu pusat perekonomian masyarakat yang sudah memenuhi standar nasional dan memiliki sertifikat SNI.
Sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi pembeli maupun pedagang ketika beraktivitas di pasar tradisional.
Sebagaimana diketahui, Pasar Prawirotaman memang merupakan salah satu pasar tradisional yang sudah di revitalisasi.
Pasar tersebut memiliki fasilitas modern seperti eskalator dan lift.
Bahkan lantai atas juga difungsikan sebagai tempat nongkrong dan kuliner.
“Kami berharap standar ini dapat diterapkan di seluruh pasar di Indonesia, untuk memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam berbelanja,” ujar Dyah disela kunjungannya di Pasar Prawirotaman, Jumat (21/3/2025).
Selain mengapresiasi Pasar Prawirotaman, Wamendag juga memantau ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Fitri.
Hasilnya, ketersediaan sejumlah komoditas seperti daging sapi, ayam, dan minyak goreng terpantau cukup aman.
Selain itu juga dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dyah pun melakukan pengecekan terhadap ketersediaan minyak goreng.
Termasuk memastikan takarannya apakah sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Dari hasil pengecekan pada dua paket Minyak Kita, hasilnya menunjukkan keselarasan dan sesuai toleransi yang telah ditetapkan maksimal 15 ml.
“Hasil dari pemantauan semuanya masih tergolong aman,” katanya.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, bahwa Pasar Prawirotaman telah menerapkan sistem pelayanan modern yang memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.
Yakni menggunakan sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Selain itu komoditas yang dijual pun bisa dikirim lewat Gosend.
Hasto berharap, dengan adanya berbagai fasilitas tersebut dapat membuat masyarakat semakin nyaman dan aman untuk berbelanja.
Terlebih menjelang hari raya idul Fitri seperti sekarang yang dimana kebutuhan masyarakat akan bahan pokok meningkat.
“Jadi, meskipun ini pasar tradisional, sistem pelayanannya sudah modern, dan yang lebih penting pasarnya terlihat bersih dan terawat,” tegas Hasto. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin