JOGJA - Polda DIY menggelar apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat (Ketupat) 2025 dalam pengamanan mudik Idul Fitri 1446 H di Mapolda DIY Kamis (20/3). Operasi Ketupat 2025 akan berlangsung 17 hari, mulai 23 Maret hingga 8 April 2025 dengan fokus utama pengamanan dan kelancaran arus mudik serta arus balik Lebaran.
Wakapolda DIY Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengatakan, sebanyak 1.932 personel akan dikerahkan untuk bersiaga di 17 pos pengamanan, tiga pos pelayanan, dan dua pos terpadu. Jumlah personel itu bisa bertambah mengingat kebutuhan anggota cadangan selama operasi dilaksanakan.
"Kami masih menyiapkan lagi anggota-anggota cadangan apabila nanti ada sesuatu yang memang kita harus membutuhkan anggota tambahan," katanya Kamis (20/3).
Pos-pos itu rencananya beroperasi pada 23 Maret 2025. Setelah gelar pasukan, personel akan disiapkan untuk melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan. Sebelumnya, Polda sudah melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan seperti patroli subuh. “Secara umum dengan tindakan-tindakan kepolisian itu, kejahatan di jalanan sedikit menurun di Jogja," ucap Adi Vivid.
Dia menyebut, pada tahun ini, Operasi Ketupat digelar lebih lama dari tahun lalu. Pada tahun lalu operasi digelar selama 14 hari. Sementara tahun ini operasi digelar selama 17 hari.
Polda DIY masuk menjadi prioritas dari Mabes Polri karena menjadi salah satu destinasi tujuan wisata. Diprediksi jumlah orang yang datang ke Jogja mencapai tiga juta orang dengan kendaraan masuk sekitar 1,5 juta kendaraan.
Arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 28 dan 29 Maret 2025. Sementara arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 6, 7 dan 8 April 2025.
"Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas untuk antisipasi apabila nanti memang terjadi kepadatan. Kami juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan (Polda) Jawa Tengah. Kalau terkait masalah tol kami tidak bisa sendirian," ujar perwira tinggi bintang satu ini. (tyo/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita