JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus mengebut kebijakan penjemputan sampah dari rumah ke rumah. Bahkan per 1 April 2025 mendatang seluruh depo di Kota Jogja tidak lagi bisa menerima sampah yang dibuang mandiri.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya untuk saat ini terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat menggunakan penggerobak. Sehingga diharapkan, pada awal April nanti masyarakat tidak lagi membuang sampah ke depo secara mandiri.
Hasto membeberkan, bahwa ketersediaan penggerobak di setiap wilayah saat ini juga sudah cukup baik. Lantaran sudah ada 1.076 penggerobak yang sudah terdata di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja. Ribuan penggerobak itu akan bertugas mengangkut sampah di 616 RW.
“Ya (target 1 April 2025), sekarang sudah kami sosialisasikan terus supaya jangan membuang sampah di depo, harus pakai penggerobak,” ujar Hasto, Selasa (18/3/2025).
Mantan Bupati Kulonprogo itu pun mengungkap, sejumlah kelurahan dan Kota Jogja juga telah siap menerapkan kebijakan penggerobak. Sebab dari total 45 kelurahan ada sekitar 15 kelurahan yang masuk kategori hijau atau sudah menggunakan penggerobak untuk sampah yang dihasilkan wilayahnya.
Guna mempercepat kebijakan tersebut, Hasto pun akan menggelar pertemuan rutin dengan para lurah agar segera menyelesaikan permalasahan terkait dengan pengelolaan sampah. Termasuk segera menerapkan kebijakan transporter dan menghimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke depo.
“Saya akan lakukan meeting rutin setiap seminggu sekali, itu khusus memantau sampah,” tegas Hasto.
Seiring dengan arahan wali kota tersebut, sejumlah depo memang mulai membatasi pembuangan sampah secara mandiri. Misalnya di Depo Karang di kemantren Kotagede. Untuk depo Karang diketahui sudah memasang pemberitahuan kepada masyarakat bahwa di tanggal 20 Maret 2025 tidak lagi menerima sampah mandiri.
Selain itu, Depo Utoroloyo di kemantren Tegalrejo pun akan menerapkan hal yang sama. Ketua Paguyuban Depo Utoroloyo Tupardi mengatakan, bahwa di tanggal 25 Maret 2025 nanti depo sudah tidak lagi menerima sampah mandiri. Sehingga masyarakat wajib menggunakan penggerobak.
Sejatinya, kata Tupardi, depo Utoroloyo bisa menutup pembuangan sampah secara mandiri lebih awal.
Namun dikarenakan depo Pringgokusuman ditutup sampah di depo tersebut pun sementara dialihkan ke depo Utoroloyo.
“Sehingga untuk saat ini masih ada toleransi pembuangan sampah mandiri sampai ahkir Maret,” terangnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin