Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada! BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang Tiga Hari ke Depan: Ini Penyebabnya ..

Iwan Nurwanto • Selasa, 18 Maret 2025 | 04:44 WIB
Kaca mobil yang berkabut saat musim hujan.
Kaca mobil yang berkabut saat musim hujan.

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi adanya beberapa kondisi siklon dan gelombang atmosfer yang dapat memicu hujan disertai angin kencang.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem itu untuk beberapa hari ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, dari hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan suhu muka laut yang cukup hangat.

Selain itu, terdapat pusat tekanan rendah di Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Sumatera, serta sirkulasi siklonik di selatan Bali dan di utara perairan Australia.

Warjono juga melihat adanya gelombang atmosfer tipe Rossby Equatorial (ER) dan Madden Julian Oscillation (MJO) fase dua, yang terjadi hampir di seluruh wilayah Jawa.

Kondisi ini berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di atmosfer.

Sementara itu, kelembaban udara di wilayah DIY secara umum berada pada kategori sedang hingga kuat, yang menunjukkan adanya potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal.

“Sehingga berpotensi meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY,” ujar Warjono, Senin (17/3/2025).

Warjono memperkirakan bahwa kondisi ini akan mempengaruhi cuaca dalam beberapa hari ke depan. Pada Selasa (18/3/2025) dan Rabu (19/3/2025), terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo bagian utara, Gunungkidul bagian utara-tengah, dan Bantul bagian utara.

Sementara pada Kamis (20/3/2025), BMKG Yogyakarta memprediksi adanya potensi hujan sedang hingga lebat di Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

Dia meminta, masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang untuk periode tiga hari ke depan.

Sebab dengan berbagai kondisi itu berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang hingga sambaran petir.

Kewaspadaan pun perlu ditingkatkan, terlebih bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi. “Kami meminta masyarakat memperbarui informasi cuaca terbaru,” pesannya.

Sebagai upaya mengantisipasi dampak kejadian bencana ekstrem, Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengaku telah memiliki 26 EWS banjir.

Kehadiran EWS tersebut diharapkan dapat menjadi upaya deteksi dini bencana banjir selama musim penghujan seperti sekarang.

Nur pun meminta, agar masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai tetap waspada terhadap bencana hidrometeorologi.

Upayanya dapat dilakukan dengan selalu memantau informasi terkait dengan prakiraan cuaca, memastikan kesiapan jalur evakuasi, dan menyiapkan langkah mitigasi pada lingkungan masing-masing.

“Kami mengingatkan masyarakat dapat memahami ancaman bencana apa yang bisa terjadi di wilayah tempat tinggalnya,” pesannya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bmkg yogyakarta #Angin Kencang #Cuaca Ekstrem #hujan sedang hingga lebat