JOGJA - Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan program mudik lebaran bagi para santri. Total sebanyak 1000 santri yang ada di DIY akan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.
"Ini merupakan kepedulian NU terhadap para santri yang akan mudik ke rumah masing-masing," ujar Ketua PWNU DIJ KH Zuhdi Muhdlor, Minggu (16/3/2025).
Penyelenggaraan mudik gratis tersebut ditangani oleh tiga komponen yang ada di organisasi NU yakni LAZISNU DIY, Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RBI) atau perkumpulan ponpes NU se-DIY, serta dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Program tersebut bernama program Mudik Berkah Bersama Santri 2025.
"NU berkomitmen akan meningkatkannya. Santri tidak kesulitan mencari kendaraan dan panas-panasan di jalan, karena kami fasilitasi," tuturnya.
Penyelenggaraan tahun ini memang masih sedikit karena belum semua santri yang bisa terfasilitasi mudik gratis oleh PWNU DIY. Namun biasanya pengurus di masing-maisng pondok pesantren juga mengurusi dalam hal mudik bagi santri-santrinya.
"Kami berharap ada perhatian dari pihak luar karena nyatanya santri dari luar Jogja itu banyak," bebernya.
Ketua LAZISNU DIY Mambaul Bahri mengatakan total santri yang diberangkatkan tahun ini sekitar 1000. Sedangkan jumlah santri yang terafiliasi ke NU se DIY ada 36.000 santri. Mayoritas tujuan mudik ke Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, sampai ke Lampung.
"Yang luar Jawa itu pakainya pesawat. Orangtua santri juga lebih seneng kalau sudah ada yang mengurusi kepulangan anak-anaknya," ujarnya.
Teknis penyelenggaraan mudik terbagi dalam empat gelombang pemberangakatan. Kloter pertama dilakukan hari ini dan terakhir kemungkinan sekitar tanggal 22 Maret.
"Jadi ada empat gelombang yang totalnya sekitar 20 bus," tuturnya.
Titik awal keberangkatan juga dibagi menjadi empat lokasi.
Pertama di Pondok Pesantren Assalafiyah, Mlangi lalu Ponpes Krapyak, Ngrukem dan Al Imdad yang semuanya berlokasi di Kabupaten Bantul. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin