Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jaga Keamanan Struktur Bangunan dan Mitigasi Kerusakan, Plengkung Gading Jogja Ditutup Total

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 15 Maret 2025 | 18:29 WIB

 

Suasana Plengkung Nirbaya atau Plengkung Gading yang resmi ditutup total Sabtu (15/3/2025) pagi ini.
Suasana Plengkung Nirbaya atau Plengkung Gading yang resmi ditutup total Sabtu (15/3/2025) pagi ini.

JOGJA – Plengkung Nirbaya atau Plengkung Gading resmi ditutup total mulai Sabtu (15/3/2025).

Penutupan itu dilakukan usai Pemerintah Provinsi DIY melakukan ujicoba rekayasa lalu lintas sistem satu arah (SSA) selama empat hari.

Penutupan Plengkung Gading dilakukan berdasarkan rapat evaluasi SSA yang digelar Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY, Jumat (14/3/2025).

Berdasarkan rapat tersebut, pembatasan akses di tahap uji coba terhadap Plengkung Gading ternyata tidak cukup efektif untuk memberikan ruang bagi upaya penanganan plengkung yang komprehensif.

Dalam rapat itu, disepakati bahwa Plengkung Gading ditutup total mulai Sabtu (15/3/2025) pukul 07.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala DPUPESDM DIY Anna Rina Herbranti mengatakan, salah satu pembahasan rapat itu adalah memutuskan bahwa perlu segera dilakukan observasi menyeluruh terhadap kondisi Plengkung Gading.

Proses itu mengharuskan penghentian total aktivitas di sekitar lokasi. Termasuk lalu lintas kendaraan dan aktivitas pejalan kaki untuk mencegah risiko yang lebih besar.

“Tim cagar budaya dan proyek revitalisasi benteng keraton akan dilibatkan dalam proses mitigasi dan pengamanan kawasan tersebut," katanya, Sabtu (15/3/2025).

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi menjelaskan, penutupan ini bukan hanya untuk menyelamatkan struktur Plengkung Gading, tetapi juga demi keselamatan pengendara yang melintas.

Dian menyebut, dari hasil penerapan SSA, menunjukkan bahwa perlu adanya upaya konservasi menyeluruh untuk penyelamatan Plengkung Gading.

Dari hasil penilaian, ditemukan bahwa kondisi Plengkung Gading ternyata jauh lebih mengkhawatirkan dibanding sebelumnya.

Maka dari itu, penutupan total dilakuakn sebagai upaya mitigasi terhadap penyelamatan Plengkung Gading.

Serta sebagai upaya mitigasi terhadap keselamatan manusia dan kendaraan yang mungkin terdampak dari kerentanan plengkung tersebut.

“Sehingga perlu dilakukan antisipasi terhadap potensi kejadian yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Dian mengungkapkan, penurunan struktur hingga 10 centimeter, retakan vertikal dan horizontal, serta pengeroposan akibat sistem drainase yang tidak berfungsi optimal menjadi beberapa masalah yang ditemukan.

Meskipun bangunan secara visual masih tampak utuh, namun kerentanannya sangat tinggi.

“Kerentanan ini tidak bisa hanya dikondisikan pada faktor-faktor yang membebaninya saja, tetapi perlu dilakukan upaya penyelamatan terhadap struktur bangunan itu sendiri,” ujarnya.

Penutupan akses yang terkesan mendadak ini juga dilakukan atas terlihatnya indikasi dampak yang muncul akibat tekanan usia struktur, pembangunan, dan lingkungan.

Terlebih setelah dilakukan pemantauan dan penanganan benteng sejak tahun 2015 hingga sekarang.

Di mana ditemukan bahwa akumulasi dampak yang muncul lebih parah daripada yang diperkirakan.

"Dalam menangani Plengkung Nirbaya ini ternyata masih diperlukan kebijakan penanganan komprehensif untuk memitigasi dampak tekanan-tekanan yang membebani bangunan," ucap Dian.

Dia menuturkan, penutupan Plengkung Gading dilakukan secara total agar ada ruang dan waktu yang lebih maksimal untuk memetakan dan mendokumentasikan semua kerentanan.

Selain itu juga meminimalisasi potensi-potensi kerusakan yang terdampak terhadap manusia dan lingkungan.

Menurutnya, ruang bebas hambatan di dalam bangunan tersebut diperlukan untuk penanganan lebih lanjut.

“Supaya bisa didapatkan kepastian dampak yang berpotensi merugikan nilai penting dan fisik bangunan sehingga bisa ditentukan tindakan mitigasinya,” bebernya.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Perhubungan DIY dan Direktorat Lalu Lintas Polda DIY akan mengatur arus kendaraan yang terdampak akibat penutupan ini.

Pengalihan jalur akan disosialisasikan kepada masyarakat untuk memastikan kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan Plengkung Gading. (tyo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#dinas perhubungan diy #Plengkung Gading ditutup #proyek revitalisasi #Keamanan Struktur Bangunan #Pemerintah Provinsi DIY #DPUPESDM DIY #Plengkung Gading #JAGA #Dinas Kebudayaan DIY #rekayasa lalu lintas #cagar budaya #benteng #Mitigasi Kerusakan #10 #POLDA DIY #SSA #Plengkung Nirbaya #Jogja #sistem satu arah