JOGJA - Insiden kebakaran tiga gerbong Kereta Api (KA) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta diprediksi menyebabkan kerugian mencapai Rp 6,9 miliar.
Untuk mencegah kejadian serupa, pagar besi akan dipasang di area lokasi parkir kereta.
"Estimasi awal kerugian sekitar 6,9 miliar meliputi kursi penumpang, interorior lainnya dan atap," ujar Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih saat ditemui di TKP kebakaran, Stasiun Tugu, Jogja, Jumat (14/3).
Estimasi angka kerugian tersebut masih berpotensi bertambah karena belum sepenuhnya dilakukan kajian mendetail seperti pada bagian alas dan lainnya.
Tiga gerbong kereta penumpang itu terdiri dari dua gerbong kereta eksekutif dan satu premium.
"Bahan material kereta berjenis stainless stell," tuturnya.
Evakuasi gerbong akan dilakukan setelah proses penyidikan dari pihak kepolisian.
Lantaran ketiga gerbong saat ini masih berada persis di posisi awal terbakar.
Area tersebut diberi garis polisi bahkan terbaru juga dipasang pagar besi.
"Tujuan utamanya untuk menjaga agar lokasi steril dan tidak terjadi kejadian serupa," bebernya.
Pagar besi tersebut baru dibangun dengan panjang sekitar tiga meter.
Ke depannya kemungkinan akan ditambah untuk mengamankan area Stabling. Stabling adalah parkir gerbong kereta.
Ia memastikan kejadian tersebut tidak berdampak pada pelayanan angkutan lebaran KAI Daop 6 Yogyakarta.
Lantaran armada telah disiapkan sehingga tidak menyebabkan kekurangan hingga menganggu pelayanan pemudik.
Deputy Executive Vice Presiden (EVP) Daop 6 Yogyakarta Nugroho Dwi Sasongko membenarkan bahwa kerusakan paling parah pada atap dan bagian interior gerbong, terutama jenis kereta eksekutif.
Selanjutnya akan dilakukan peningkatan penjagaan khususnya kemanan di daerah stabling.
"Kejadian kemarin kami sudah beri pagar untuk memperkecil kejadian serupa. Rencana akan diberikan pagar (sekeliling) di area sekitar establing," ujarnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin