JOGJA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudi Purwagandhi melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY Hamengku Buwono X (HB X) di Kantor Kepatihan, Jogja, Rabu (12/3). Selain membahas kaitannya dengan persiapan urusan transportasi dan lalu lintas (lalin) saat lebaran, mereka juga meninjau Back Office Smart Province DIY.
"Ini dalam rangka silaturahmi dan koordinasi persiapan angkutan lebaran tahun 2025," ujar Dudi Purwagandhi kepada awak media, Rabu (12/3/2025).
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan informasi hasil survey yang telah dilakukan kaitannya dengan angkutan transportasi lebaran 2025 di DIY. Menurutnya pusat informasi dan layanan transportasi yang ada di Pemprov DIY telah memadahi.
"Kami melihat (ruang) pusat informasi di DIY sudah sangat bagus, sehingga bisa memberikan rasa aman masyarakat dan bisa ditiru daerah lain," tuturnya.
Berdasarkan hasil survey, Kemenhub memprediksi sekitar 146 juta penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan selama periode libur lebaran. Maka dari itu, persiapan aspek lalin dapat dimulai dari sekarang.
"Prediksi Idul Fitri jatuh 31 Maret 2025. Selain itu di 29 Maret 2025 ada libur Nyepi di Bali," terangnya.
Gubernur DIY Hamengku Buwono X (HB X) mengatakan Menhub membicarakan soal persiapan lebaran, mulai dari skala nasional hingga sampai ke provinsi. Pemprov DIY pun juga telah melaksanakan persiapan-persiapan menyongsong lebaran. Salah satunya memastikan ketersediaan stok pangan selama labaran.
"Sudah kami lakukan (persiapan) sejak tanggal 6 Maret 2025. Stok selama lebaran juga tidak ada masalah," jelasnya.
Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengatakan kepadatan arus lalin kendaraan biasa terjadi H+2 hari raya. Namun untuk pengawasan dan pemantauan mobilitas kendaraan pihaknya terbantu dengan siste di Back Office Smart Province DIY.
"Dulu kami taruh orang di setiap ruas jalan (untuk memantau) sekarang ada CCTV untuk pemantauan lebih mudah," ujarnya.
Dalam sistem pemantauan itu, terdapat indikator warna untuk menunjukan status kepadatan kendaraan. Warna yang dipakai yakni hijau, kuning, merah. Hijau berarti situasi lancar, warna kuning tanda-tanda kenaikan dan waspada. Selanjutnya merah merupakan tanda adanya kepadatan lalu lintas yang parah di salah satu titik.
"Begitu naik ke arah kuning, artinya warning menyiapkan diri. Begitu merah berarti harus menguningkan atau menghijaukan kalau mampu," tuturnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin