Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BEI Yogyakarta Sebut Pasar Modal Masih Tawarkan Peluang Menarik Bagi Masyarakat pada 2025

Gregorius Bramantyo • Rabu, 12 Maret 2025 | 05:25 WIB

 

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) menyelenggarakan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2024
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) menyelenggarakan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2024

JOGJA – Pada momen bulan Ramadan, sejumlah sektor ekonomi cenderung mengalami peningkatan aktivitas dan permintaan. Berdasarkan pengamatan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, ada beberapa sektor di pasar modal yang menunjukkan kinerja yang lebih baik. Seiring dengan perubahan pola konsumsi dan aktivitas masyarakat selama bulan suci ini.

 

Kepala BEI Yogyakarta Irfan Noor Riza menyampaikan, ada beberapa sektor berpotensi meraup keuntungan pada Ramadhan 2025. Sektor-sektor yang diidentifikasi berpotensi memperoleh keuntungan selama bulan Ramadan adalah sektor konsumsi dan ritel. Itu karena peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan, terutama untuk kebutuhan makanan, minuman, dan pakaian, mendorong kinerja sektor ini.

“Permintaan barang-barang konsumen meningkat, seiring dengan tradisi belanja masyarakat untuk kebutuhan hari raya,” katanya, Selasa (11/3/2025).

Kemudian sektor transportasi dan logistik. Di mana tradisi mudik dan peningkatan mobilitas selama Ramadan meningkatkan permintaan layanan transportasi dan logistik.

Lalu sektor perbankan dan keuangan. Ini dikarenakan peningkatan transaksi keuangan, termasuk pembayaran digital dan penarikan tunai untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri, dapat meningkatkan pendapatan sektor perbankan. “Selain itu, pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) juga mendorong aktivitas perbankan,” ujar Irfan.

 Baca Juga: Aliansi Jogja Memanggil Kembali Gelar Aksi di Malioboro, Kali Ini Bertajuk Ruwat Ruweting Penguoso Durno

Selanjutnya sektor telekomunikasi. Dipengaruhi meningkatnya komunikasi dan penggunaan data selama Ramadan, terutama untuk silaturahmi dan konsumsi konten digital, dapat meningkatkan pendapatan perusahaan telekomunikasi.

Namun menurut Irfan, kondisi pasar yang dapat berubah penting untuk diantisipasi. Juga faktor-faktor lain seperti situasi ekonomi makro, kebijakan pemerintah, dan tren konsumen juga mempengaruhi kinerja sektor-sektor tersebut. “Masyarakat kami harap lebih jeli melihatnya. Investor kami sarankan untuk tetap melakukan analisis mendalam dan mempertimbangkan faktor risiko yang ada,” ucapnya.

 Baca Juga: Ketua MPR RI Dorong Santri di Muntilan Jadi Pemimpin Indonesia Masa Depan

Meskipun ada indikasi penurunan daya beli masyarakat pada awal tahun 2025 ini, menurut Irfan, investasi di pasar modal tetap menunjukkan daya tarik bagi masyarakat. Beberapa faktor yang mendukung hal ini di antaranya adalah pertumbuhan jumlah investor. Pada akhir Januari 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai lebih dari 15 juta investor. “Hal ini menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam investasi pasar modal,” ungkapnya.

 

Kemudian prospek ekonomi yang stabil. Lalu optimisme terhadap pasar modal. Irfan berharap pasar modal Indonesia akan tetap positif pada tahun 2025, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mencapai level 8.000.

“Selain itu, sektor-sektor seperti teknologi, perbankan digital, dan energi terbarukan diperkirakan menjadi primadona yang menarik minat investor,” ujarnya.

 

Dia pun mengimbau masyarakat terutama investor tetap melakukan analisis yang cermat dan strategi investasi yang tepat. “Menurut kami, pasar modal Indonesia masih menawarkan peluang menarik bagi masyarakat pada tahun 2025,” tandasnya. (tyo)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#bursa efek indonesia (bei) #Permintaan #tunjangan hari raya #Perbankan #Yogyakarta #Aktivitas #sektor ekonomi #investor #investasi pasar modal #BEI Yogyakarta #idul fitri #pembayaran digital #ramadan #indeks harga saham gabungan (ihsg)