JOGJA – Budaya kerja keras di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mulai dibangun di masa kepempimpinan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan. Dalam 100 hari hari kerja wali kota dan wakil wali kota baru seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun dipaksa untuk membuat proyek program perubahan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, salah satu upaya membentuk komitmen perubahan dilakukan dirinya melalui penandatanganan quick wins atau upaya percepatan untuk mewujudkan program wali kota dan wakil wali kota. Penandatanganan kesepakatan quick wins sudah dilakukan pada Senin (10/3/2025) di Balai Kota Jogja dan dihadiri oleh seluruh kepala OPD
Melalui kebijakan quick wins tersebut, kata Hasto, dia ingin memaksa komitmen seluruh OPD untuk membuat program baru. Khususnya program yang langsung berdampak pada peningkatan kinerja pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.
Kendati begitu, dia memastikan, bahwa budaya kerja OPD Pemkot Jogja itu tidak hanya berlaku selama 100 hari. Namun akan terus diterapkan selama masa kepemimpinannya sebagai kepala daerah. Bahkan dia pun siap memberi teguran bagi OPD yang dirasa tidak mampu membuat program baru selama waktu tiga bulan tersebut.
“Ikatan 100 hari kerja (quick wins) itu bukan mengerjakan kegiatan di 100 hari kerja, tapi memulai kerja. Sehingga ini bersifat long term ini dan akan berjalan terus, jadi saya melihat kalau 100 hari program gak jalan berarti itu bullshit,” ujar Hasto, Selasa (11/3/2025)
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, quick wins juga merupakan salah satu bentuk penerjemahan dari visi misi presiden dalam rangka percepatan pembangunan daerah. Termasuk juga upaya mewujudkan visi dan misi serta program yang sudah disusun oleh wali kota dan wakil wali kota.
Program percepatan itu pun tidak hanya berlaku bagi OPD. Namun juga BUMD dan kemantren yang ada di seluruh Kota Jogja.
Hasto membeberkan, beberapa program yang sudah masuk dalam quick wins di antaranya pengosongan 46 TPS dan depo serta pemasangan trash barrier sungai Kota Jogja oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kemudian juga program satu bidan satu kampung yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Untuk BUMD, PDAM Tirtamarta juga memiliki program quick wins berupa potongan harga untuk pemasangan baru sambungan rumah.
“Saya petakan satu per satu desk apa yang mau dilakukan selama tiga bulan ini, dan harus yang beda Dengan sebelumnya,” tegas Hasto.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Agus Tri Haryono menyatakan, bahwa pada pekan ini pihaknya optimistis dapat membersihkan depo-depo. Terkhusus 14 depo besar di Kota Jogja yang selama ini menjadi lokasi penumpukan sampah.
Adapun pada pekan ini target pembersihan dilakukan pada depo Ngasem, depo Tamansari, depo Mandala Krida, dan depo Gembira Loka. Kemudian yang sudah bersih ada di depo RRI Kotabaru dan depo Purawisata Jalan Brigjen Katamso.
“Empat belas depo kita selesaikan sampai lebaran,” tegas Agus. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin